Maha Loka

April 23rd, 2007 by aniara

Seperti nafas ibu

usai ejan terakhir

ketika tangis pertama

melepas beban raga.

Begitu pula jika sang Kijang

telah melepas gelisah

dan menempati tahtanya

di atas teratai berkelopak dua belas.

…..

diboeat di bandoeng pertengahan april doeaributodjoeh

Brotherhood

March 28th, 2007 by aniara

I am a man, little do I last

and the night is enormous.

But I looked up,

the stars write.

Unknowing I understand,

I too am written,

and at this very moment

someone spells me out.

Coda

March 28th, 2007 by aniara

Perhaps to love is to learn

to walk through this world.

To learn to be silent

like the oak and the linden of the fable.

To learn to see

Your glance scattered seeds.

It planted a tree.

I talk

because you shake its leaves.

Lamunan 02 (fragmen)

January 27th, 2007 by aniara

Tahukah kau…

ada saat waktu melambat

ketika tubuh dan sesta bersambat

diam, sementara pikiran merambat.

Dan cinta terbang cepat

membawa hati yang terjerat

menyusuri untaian serat

mencari bagian hatimu yang bertambat.

Tahukah kau…

aku tak pernah sampai.

Seketika waktu melaras dengan pikiran

melemparkanku

kembali ke irama semula.

Menyisakan gering hulu

seolah habis dihantam godam.

…………

mengapa terhasut cinta?

yang membuat mata buta

mulut terbata

memanggil derita

ingin maju atau mundur?

tak mungkin diam di tempat

Menginjak api,

ingin beranjak ke air.

Sakit melangkah

sakit pula diam

airmata

dalam tangis dan tawa

berjingkat…meloncat….

Air….Api….

Air….Api….

Air….Api….

Air….Api….

menari….

Sampai akhirnya,

tak sadar aku mulai tersenyum.

Sepenggal dari Lamunan 02 - Bandung, 04/01/07-

Jengkol vs.edt

January 25th, 2007 by aniara

Dua hari kemarin Dakocans punya teman bajak laut di rumah. . Nah ceritanya Minggu lalu si bunda mengalami luka di mata - bukan, sama sekali bukan karena KDRT hehehhe- tapi karena teriritasi bulu mata yang rontok dan masuk, menempel di bola mata. Mungkin karena irigasinya kurang sempurna (sawah kaliii), mata kering, terlukalah dia, ditambah kena angin dan hujan sepanjang hari, jadi merah dan perih. Ini sudah kejadian ke-4 sih, selalu akibat bulu mata. Rasanya memang tiap hari adaaa aja satu-dua yang rontok. Kalau kata orang jaman dulu tuh berarti ada yang kangen. Tapi kalo tiap hari ada yang rontok, berarti tiap hari ada yang kangen? rasanya mitos itu jadi nggak masuk akal yah??? hehehehe.

Nah, jadi setelah ‘diproses’ oleh sang dokter, ditutuplah mata bunda- sebelah saja. Ainun dan Isha memang penggemar berat film yang ada bajak lautnya, mulai dari Peter Pan versi kartun Disney, Peter Pan versi manusia, Peter Pan-nya Robin Williams, sampai Film2 nya Jack Sparrow alias Pirates of Caribbean. Jadi mereka memanggil bunda dengan "bunda bajak laut". Bunda bajak laut matanya nggak boleh kena angin atau basah dulu sampai sembuh. Tapi di hari minggu dakocans ribut menagih janji jalan2. Waduh, kebayang deh, jalan2 matanya ditutup sebelah, bukan soal nggak kerennya, tapi pusing!mau pegang barang rasanya sudah kepegang ternyata belum kena. Jalan juga, sering salah memperkirakan jarak langkah, kejeblos deh. Akhirnya kata ayah, kita pergi ke tempat yang tak terlalu berangin dan berdebu saja, supaya mata bunda bisa dibuka. OK deh, yang penting dakocans seneng. Ya, jadinya kita jalan2 ke Ciwalk sekalian belanja bulanan, karbol udah abis nih.

Nah, kisah bajak laut tadi cuman prolog yang hubungannya dengan judul nyaris tak ada. Ini kisah intinya :

Sepulangnya kita dari Ciwalk, di garasi tercium semerbak aroma jengkol. Waduh, tetangga yang mana nih masak jengkol??? Ainun dan aisah juga langsung ribut…bau asem katanya heheheh. LHah, masuk ke rumah kok makin menyengat baunya??? Kita langsung jadi ribut, wah…ini baunya kok malah dating dari rumah kita?

"Tri, kamu masak jengkol?", tanya saya ke si Mbak.

"Nggak Bu", jawabnya enteng. Tapi…kok masih bau banget yak?

"Lastri semalem makan jengkol di rumah?", tanya saya lagi

"Iya Bu", katanya sambil lalu. Ealaaaaah…kok teganya bikin kita heboh sendiri nyari2 sumber aroma jengkol, bukannya ngaku dari tadi hihihihihi….

" yah, disiram deh pake karbol, ibu udah beli tuh", kata saya cepet2. nggak lama terdengar suara gebyur-gebyur dan sikat2. Aman lah…baunya berangsur hilang.

Setelah itu bunda pergi ke atas, cek e mail sebentar trus memutuskan mau tiduran sebentar. Sekitar jam 4 sore bunda terbangun karena bau menyengat. Tapi bukan bau jengkol…ini sih bau parfum bunda, eau de toilette tepatnya (untuk selanjutnya disingkat edt aja). Kok pating semriwing (keluar deh ciri genetik jawa tersembunyinya) gini yah? tengok ke rak bunda…Hilang!!!! edt nya hilang! waaaah, aisha nih pasti…Nah, ketika keluar kamar, bunda juga langsung pusing….ada bau menyengat jengkol berpadu dengan bau menyengat edt bunda. Refleks bunda nyari edt bunda dulu (perasaan udha ga enak nih)…di kamar ainun yang tertutup rapat, bau edt nya luuuuaarrrrrrr biasa….sementara ainun dan aisha meringkuk di tempat tidur berkerudung selimut dan dinding terlihat penuh bercak2 cairan……dan di meja ainun, tergelatak botol edt…kosong! Waaaaaaaks! Ainun yang melihat bundanya sudah siap2 meledak, langsung kelihatan muka bersalahnya.

"Ini siapa yang semprotin parfum bunda sampai habis ke dinding???????".

"Ainun bunda….tapi Aisah yang ambil dari kamar bunda suru ainun semprot".

"Kenapa semprot dinding?"

"Soalnya bau lagi, Aisha ribut kebauan"

"Nggak. Ainun yang suru Aisha ambil in", kata aisha komplain ke kakaknya.

Nah, ini nih….ada yang salah…OK…(terpaksa pake cara sedikit keras…soalnya masalah penting nih : lempar batu sembunyi tangan).Sementara bunda berhentikan dulu semua kegiatan anak2 sampai ada yang mengaku kejadian sebenarnya. Ainun dan Aisha sangat semangat mengikuti kegiatan2 after school mereka (ainun melukis, mengaji dan petualangan- ditambah pelajaran musik kesukaannya dan Aisha baru saja mulai pelajaran renang). Mendengar itu, Ainun langsung angkat tangan (kok perasaan kayak di sekolah aja) dan bilang mau mengaku. Dan dia benar2 mengaku dari mulai ribut kebauan , menyuruh aisha ambil parfum bunda, sampai menyemprotkan habis ke dinding adalah ide dia. Jadi deh, bunda harus mengingatkan lagi pesan bunda tentang harus berani bertanggung jawab dan tidak baik melemparkan kesalahan ke orang lain (*baca kisah korden dan rambut barbie). Karena yang lebih membuat bunda sedih bukan habisnya edt (huhuhuhu…walaupun sayang bangetttttt), tapi kalau ada yang melemparkan kesalahan kepada orang lain. Akhirnya mereka berdua berpelukan setelah ainun minta maaf kepada adiknya…duuuh, ikut terharu jadinya.

"Bunda, boleh deh, uang inun bunda ambil buat ganti parfum bunda, tapi ainun tetep boleh les

kan

?", katanya sangat memelas. Hmmmm…harus ada konsekwensi…jadi uang ainun bunda tahan dulu (walaupun tidak akan bunda pakai untuk beli edt lagi tentunya, cuma disimpankan sebenarnya ).Ainun kelihatannya cukup puas, rasa bersalahnya berangsur hilang setelah menawarkan uangnya kepada bunda.

Tinggal si Lastri nih…..ternyata barusan dia kembali buang hajat kecil sebelum pulang, sehingga bau semerbak kembali menyeruak. Triii…tri…ya mbok tiap habis ’setor’ WC nya disiram doooong. Ehehe…iya, bu, lupaaaaa….katanya sambil senyam senyum….tak sadar dia, akibat lupanya, dakocans berinisiatif memerangi bau jengkol dengan edt - walaupun bau jengkolnya di wc belakang dan nyemprot edt nya di kamar ainun….ga nyambung…tidak saling menghilangkan, cuman bertabrakan dengan hebatnya sampai bikin puyeng.

Hari ditutup dengan hilangnya bau jengkol disiram karbol, tapi bau semriwing edt yang tak kunjung hilang walaupun dinding sudah bolak balik di lap. Semalaman bunda jadi sering dihadiahi ciuman dari Ainun dan Aisha….katanya supaya bunda nggak sedih atau marah lagi. Dan akhirnya…. aisha dengan senyum lebar menawarkan body spray mickey mousenya untuk mengganti edt bunda…..hahahahahaha…..tricky…soalnya bunda tau, Aisha tadi di supermarket sudah pegang2 body spray cinderella…pingin ganti dengan body spray cinderella…tapi tidak dibelikan ayah bunda, karena masih ada si mickey mouse…jadi…diberikan ke bunda supaya bisa ganti ke cinderella yaaaaa……dasar….

Akhir Liburan Panjang, no more Batman-Superman!

January 7th, 2007 by aniara

Sudah hari ke-7 di tahun 2007, besok liburan sekolah Ainun berakhir. Sebenarnya, liburan bersama (karena bunda juga libur…horeee!!!) yang dimulai tgl 22 Desember ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh A12 (sebutan yang lebih singkat untuk ainun dan aisha) dengan agenda pergi ke Jakarta. Sayangnya ketika jadwal keberangkatan dikonfirmasikan ke utinya, ternyata rencana kita harus dibatalkan karena uti sedang sangat-sangat-sangat-sibuk membereskan rumah untuk suatu acara keluarga awal Januari ini. Untungnya A12 bisa diberi pengertian walaupun jadinya terus menerus menanyakan kegiatan apa untuk gantinya.

Hmmm…apa ya…di sekolah Aisha sebenarnya ada program liburan kreatif, tapi ketika ditawarkan, keduanya langsung menggeleng (mungkin masih agak ngambek karena batal ke Jakarta).Solusi darurat paling gampang ya wisata kuliner alias keliling tempat jajanan tiap hari (rute dan tujuan ditentukan Ainun, pasti), dilanjutkan dengan pergi ke toko buku dan menumpang baca2, beli kertas lalu pulang dan ‘berprakarya’ di rumah. Ternyata dengan begitu A12 bisa anteng sesiangan menggambar, menggunting, mengarang cerita dan bikin komik. Kadang mereka ikut bunda browsing dan minta jalan2 ke situs2 berisi art and craft, kegiatan liburan atau istilah kerennya rainy-days indoor activities.Langsung deh dipraktekkan dengan beberapa penyesuaian material.

Hasil kegiatan siang mereka kadang2 mengagetkan. Suatu saat Ainun memamerkan amplop berbentuk burung hantu dan komik binatang yang dikerjakan berdua adiknya. Rupanya sambil menggambar dia juga mengajari adiknya menggambar, pantas saja bunda sampai terkaget2 melihat gambar Aisha tiba2 jadi canggih. Pernah juga sesiangan AInun menemani adiknya main piano sambil memberikan koreksi2 penuh gaya (yang herannya, dipatuhi benar2 oleh Aisha) hahaha…dan diakhiri dengan laporan kepada bunda, kemajuan aisha sampai mana, kesulitannya apa dan rencana latihan besok…waduh senangnya punya asisten!

Efek samping dari kegiatan siang bareng A12 adalah berubahnya selera Aisha. Sekarang tiap memperkenalkan diri, tidak lagi pakai embel2 batman-superman, melainkan…minnie mouse - kadang2 hello kitty - pakai suara kecil yang di imut-imutkan pula!!!…dan kemanapun pergi selalu ingin pakai rok! Waduuuh…Aisha gitu loh!??? Rupanya ini ‘kerjaannya’  Ainun yang tiap hari mendoktrinasi adiknya mengenai identitas gendernya sebagai wanita. Sampai geleng2 kepala tuh Bunda dan Ayah melihat keberhasilan Ainun yang satu ini. Beberapa teman sekolahnya juga kecele waktu memberi kado ultah bergambar superman dan ternyata Aisha sudah jadi minnie mouse…hahaha. Sekarang baju Batman dan Supermannya mengendap di tumpukan paling bawah karena Aisha menolak dengan sangat keras tiap ditawari pakai.

Tapi walaupun  begitu ternyata minat terhadap hal2 heroik tetap tidak hilang. Karena mereka juga merengek-rengek sangat hebat minta nonton film Eragon, dan harus di bioskop karena nggak sabar nunggu sampai ada DVD-layak-tontonnya. Untung ada NoMat dan NoRit - Asiknya, di bandung ini NoMat nya berlaku untuk hari Senin dan selasa (kata Tante Yuli, di Jakarta cuma hari senin) - jadilah kita bertiga (plus ngumpul bareng Tante Michelle, Vela, Lia, Arum+ Anggun+ Ibu) menjajal blitzmegaplex. Eh, ternyata kursi di Blitz ini kursi lipat lho, hahahah…berapa kali Aisha nyaris ‘terlipat’ oleh kursinya…hahahaha….kelewat enteng siiiiiih!!!!Karena putus asa akhirnya berpindahlah dia ke pangkuan bunda sampai film selesai. Buat AInun film ini rupanya cukup spektakuler sampai pingin nonton 2 kali (jangan dong nak…mending nonton film lain!!!). Tapi buat bunda masih kalah jauh dibanding LotR atau Harry Potter, bahkan The Chronicles of Narnia. Kalau mau baca ulasan lengkap (plus uneg2 para pembaca setia Novel Eragon), silakan mampir ke blognya Tante Yuli ya…!!!!

Begitulah hari demi hari, dan ketika NoMat datang lagi, giliran Happy Feet kita jajal. Yang ini bener2 konsumsinya Aisha karena banyak lagu dan tari. Bahkan dia sempat ikutan tap-dancing di bioskop (untung kursi lipat, dan untung Aisha kecil jadi nggak menghalangi yang duduk di belakang kita) tiap kali Mumble menari. Besoknya di sekolah (sudah masuk sekolah lagi tanggal 3) dia heboh memperagakan ‘happy feet’ nya. Tanggal 4 bunda sudah mulai ngajar lagi, A12 ikut sekalian rekreasi di funstation. Hari itu banyak yang ikut trial untuk Music Family (Ainun juga ikut masuk kelas bersama Jesslyn), jadi kelas ramai sekali, heboh luar biasa dan penuh tawa.

Nah, Hari Sabtu kita rencananya ke Jakarta untuk acara Silaturahmi keluarga sekalian ehm..ehm (boleh ditulis nggak sih?). Naaah, dari malamnya bunda udah heboh bikin puding. Sejak pagi kita semua sudah siap, mengingat acara bakal mulai jam 11. Eh, ternyata mobil dan pengendaranya baru datang jam 9 lewat, jadi kita baru berangkat dari rumah sekitar jam 1/2 10 pagi. Waduh, bakal telat nih, denger2 dari laporan lalulintas beberapa temen hari jum’at, weekend di jakarta bakal ramai karena sekolah di Jakarta baru mulai Libur, benarkah? Yah…ternyata beneeeer banget…mulai kilometer 11 sudah macet total mengantri pintu tol. dilanjutkan dengan macet di dalam kota, alhasil nyaris jam 1 kita baru sampai. Acara sudah selesai, untung orang2nya masih lengkap, jadi sempat bertemu dan berkenalan sebentar walaupun nggak sempat ngobrol. Alhasil pudingnya juga jadi konsumsi pemilik rumah saja hehehehe…

Tadinya kita akan langsung pulang karena ayah sudah ditunggu orang di Bandung, tapi eyang kakungnya menawari nginap saja dan kembali ke bandung hari minggu bareng eyang kakung. Waaaaaa…itu A12 nggak pake mikir lagi langsung loncat2 kesenangan. Wts tunggu dulu, ini teh, nggak bawa baju naaak!!!! Trus si ayah balik lagi sendirian ke bandung apa nggak kesian? Tapi lihat anak2 begitu senangnya ahirnya ayah merelakan bunda ikut nginap deh. A12 langsung ganti baju pakai kaos tantenya yang di badan mereka jadi semacam rok dan kabur ke lantai atas bongkar2 kamar hehehe.

Malamnya agenda jalan2 ke PIM hanya untuk makan dan beli donat untuk eyang uyut. Jadinya mulur karena di foodcourt A12 tiba2 punya teman baru, anak lelaki lucu (dan cakep) umur 1 thn 8 bulan yang kemudian setelah berkenalan ternyata namanya Dika. Awalnya cuma lirik2an, trus tegur2an, trus kejar2an sampai melantai di lantai Mall, trus bunda ngobrol dengan mamanya dika, trus ternyata bunda, yenni dan adiknya mamanya dika satu almamater di 70, trus jadi ngobrol2 panjang dan lupa waktu. Ketika akhirnya kita bubar, donatnya juga hampir bubar, sudah 1/2 10 malam. Tapi Mall di jakarta ternyata tutupnya bener2 larut ya…kita masih sempet liat sale 50% salah satu brand…haduuuuh…lucu2 sekaliiiii. Untung iman masih kuat, mengingat bunda harus banyak menabung untuk keperluan pendidikan tahun ini.

Ainun tidur larut sekali, nyaris jam 1 karena bener2 nggak mau rugi menikmati saat2 di Jakarta. Paginya juga bangun pagi2 sekali dan langsung memastikan bahwa kita nggak akan berangkat pagi ke Bandung. Kita berangkat jam 1 siang dan sampai di bandung jam 3 sore. Sepanjang perjalanan mereka berdua tidur nyenyak, mungkin terlalu lelah. Sampai di rumah Ainun langsung minta buka YM. Belakangan ini setelah lancar membaca dan menulis, AInun sering berkorespondensi dengan teman2 bunda via YM. Sempat kaget juga ternyata Ainun sudah fasih mengoperasikan berbagai program di kompie cuma dari mengamati bundanya saja. Rupanya sore ini AInun sudha nggak sabar bercerita kepada Tante Yuli atau Tante Rany tentang perjalanannya ke Jakarta. Sayangnya kalau hari minggu, mereka jarang sekali OL hehehe…jadi cetingnya ditunda besok pulang sekolah ya Inun….!!! "Aduh Bunda, sekarang udahan dulu dong bunda, nulis blognya, Ainun mau pakai komputer nih!", dan di belakangnya Aisha ikut nimbrung " Iya, bunda nih…Aisha kan mau main pinball!"…ok deh…rupanya liburan kali ini juga merubah Ainun dan Aisha jadi hi-tech freak hehehehe….

Saat Menunggu

December 31st, 2006 by aniara

Tahukah Kau, dirimu bagiku adalah gula dalam botol kaca, yang terburai begitu aku mencoba mengeluarkanmu untuk kujamah.

Kau akan tertawa, karena kau bukan gula. Kau darah, daging, tulang, pikiran dan nyawa. Kau pasti berpikir aku sudah gila.

Tahukah kau, tiap rindu memanggil, kuloloskan sebutir kristal putihmu, sangat kecil, bahkan tak cukup untuk terasa manis dikecap lidahku.

Tak cukup menghadirkan kenangan indah, apalagi haru yang ditemani tangis. Tapi aku yakinkan diriku, aku merasakanmu.

Aku tahu, kau pun pasti tahu, suatu saat botol kacaku akan kosong. Habis, tak ada sebutirpun dirimu yang bisa kusongsong.

Saat itu botol akan kuisi kembali. Tehku tetap butuh gula, juga untuk sedikit sayuran dalam kuali.

Tapi apakah itu tetap kau? Gula ya tetap gula. Hanya pikiran manusia yang mengasosiasikan satu hal dengan yang lain. Bahkan cuma aku yang melabeli botol gulaku dengan namamu.

Dasar manusia, tetap tak yakin gula sama dengan gula. Jadi kuputuskan menyimpan butiran terakhirmu bersama botol berlabel namamu.

Botol baru dan isi barunya, kuharap itu kau. Tapi kalaupun tidak, ada sebutir didalam lemariku.

Kau pasti tertawa terbahak-bahak, bahkan aku tak bisa menahan senyum meringis, membayangkan lemari sebesar apa untuk menyimpan botol-botol kenangan seumur hidup.

Setetes air jatuh diantara jemari. Gerimis sudah mulai lagi seperti kemarin-kemarin. Sambil tersenyum kubereskan pensil dan kertas berisi sketsa setengah jadi. Bidadariku akan muncul dari pintu ruang bermain.

Botol gulaku cuma satu dan isinya selalu berganti. Lemariku penuh piring dan gelas, tak ada tempat untuk botol berisi sebutir kenangan. Kau bukan butir-butir gula getas, tak perlu disimpan. Dirimu dan seluruh hidup dibelakangku - kalau waktu punya arah depan dan belakang - selalu hadir dalam syukurku.

Nah, itu dia berlari cepat. Bentangan tangan kecil, cium dan peluk. Agak kesulitan kubuka payung lipat. Ayo kita pulang, Nak!

Yang tadi itu benar-benar cuma lamunan.

Dari Kutu ke Banjir

December 17th, 2006 by aniara

Apa hubungannya kutu sama banjir? Ternyata kutu bisa menyebabkan banjir. Begini ceritanya - hua, posting tentang situasi pasca-heboh A’a Gym dan juga posting tentang poligami terpaksa disalip cerita kutu hehehe.

Sudah tiga minggu belakangan ini saya mengalami gatal2 yang sangat menggangu. Wujudnya seperti gigitan serangga - entah nyamuk, semut atau kutu - bentol merah yang gataaaaaaal sekali, dan dalam 3-4 hari sembuh meninggalkan bercak hitam (yang sama sekali nggak estetik). Sayangnya, tiap hari pastiiiii saja ada bentol baru yang muncul, dan lama2 daerah penampakannya makin meluas. Tadinya cuma di sekitar pergelangan kaki, sekarang bisa muncul di pinggang, bahu, lengan.

Anehnya, dari 5 orang yang ada di rumah pada waktu siang (dan 4 pada waktu malam) cuma saya yang mengalami bencana begini. Si ayah memang ada gatal2, tapi sedikit. Ainun dan Aisha sempat bentol juga tapi biasanya hilang dalam 24 jam layaknya gigitan nyamuk biasa. Si  Mbak, Lastri, malahan bebas 100 % dari kegatalan jenis apapun. Jadi kalau parasit sejenis kutu (kutu anjing, kucing, kutu busuk dll) kayaknya nggak mungkin cuma memilih satu dari 5 orang untuk dihinggapi, lagipula nggak pernah keliatan ada makhluk superkecil yang loncat2 di lantai yang kebetulan warnanya putih. Setelah ke dokter dan dia menyimak kronologi kemunculan dan memeriksa bentol 2 menyebalkan tersebut, kesimpulan sementara ya ada yang salah dengan diri saya, mungkin sejenis alergi yang dipicu perubahan cuaca, atau makanan, mengingat belakangan lagi sering makan hasil laut. Jadi mulailah pengkonsumsian obat anti histamin dikala malam (soalnya efek ngantuknya waduuuuuuuh….dahsyat, kalau dimakan siang bisa2 dakocans ditinggal tidur terus seharian). Dan setia mengoleskan salep anti gatal (setelah calamine nggak mempan, mulai pakai yang ada kortikosteroidnya).

Nah, setelah 2 minggu kok nggak ada perubahan…memang sih anti histaminnya berefek memperpendek masa kegatalan menjadi 2 hari saja. Tapi itu bentol teteuuuup keukeuh muncul silih berganti.Waduh, gimana nih, salepnya nggak boleh dipakai jangka panjang lagi. Mulailah hobi lama muncul - cari informasi dari internet. POkoknya semua website yang menyediakan informasi gratis wajib disusuri. Topiknya juga kemana-mana, mulai dari alergi, gatal2 (waduh, dari sini nyambungnya ke mana-mana…sampai baca tentang faal hati dan ginjal beserta semua link2nya), lalu sempat berlama-lama nyimak penjelasan tentang lambung sebelum kembali lagi ke alergi setelah menemukan ternyata salah satu jenis obat maag yang sering saya minum adalah sejenis penghambat histamin (zat yang bereaksi terhadap alergen).

SEmpat juga cemas waktu membaca gatal akibat scabbies (kutu busuk yang bikin liang2 di bawah kulit trus beranak pinak dan poop di sana sambil santai2 menghisap darah kita), apalagi temen sekolahnya aisha ada yang sempat terkena scabbies (entah dari mana, ibunya aja-yang kebetulan dokter- sampe bingung). waks, jangan scabbies dong…nggak relaaaaa!!!!! UNtung tak berapa lama saya menemukan website full gambar…wah…ini bener2 menolong!!! setelah mengamati foto2 jenis2 kegatalan (tidak termasuk "gatel" dalam terminologi sosial dan psikologis), kok kesimpulan saya bentol saya itu gigitan kutu - untungnya bukan kutu busuk alias scabbies. Langsung deh pencarian difokuskan pada kutu, lagi2 yang diperlukan adalah gambar!!! Nah, dapet nih…ada tungau, kutu anjing, kutu rambut manusia, kutu chiggers (nih katanya bahaya, bisa jadi vektor penyakit thypus)…daaaaan…kutu kucing. Warnanya (kalau sudah dewasa) merah dengan kaki belakang panjaaaang sehingga bisa meloncat tinggi.

Di saat bersamaan, kaki terasa gatal….di tempat yang baru.Otomatis saya garuk sambil melihat ke lantai. Wets…bentar…bentar…kok kayaknya ada yang bergerak perlahan. Close up! ukurannya sekitar 1,5 mm…disentil dikit, eh, dia nggak loncat, cuma gerak2 dikit. Dipenyet, eh…masih idup…penyet lagi…nggak mempan! Diplites…nah, baru gepeng dan ada noda darah. OK, jadi beliau sudah menghisap darah. jasadnya saya ambil untuk dicocokkan dengan foto2 indah tadi. Hasilnya? Ya kutu kucing…..

Ternyataaaaaaaaaa……..kutu kucing! "Lho, elo piara kucing?", begitu tuh komentar temen2 waktu saya dengan puas cerita sudah menemukan sebab musabab kegatalan dan nanya cara membasmi kutu kucing. Ya tentu tidak dong, kalau kucing piaraan pasti dijaga-jaga dan dirawat sehingga nggak sampe kutuan. Ini pasti gara2 komunitas kucing liar yang populasinya sudah sangat mengkhawatirkan di sekitar rumah. Seenaknya kawin (sering kepergok melakukan aktivitas ini di pinggir jalan - dasar kucing), numpang tidur dan melahirkan, malah pernah meninggalkan bayi yang sudah game over di para2 sampai kita heboh gara2 ada bau bangkai misterius. Hahaha, saya juga langsung lapor (protes tentang teori alergi) kepada sang dokter yang trus menjelaskan bahwa mungkin saya punya sensitivitas berlebih terhadap air liur kutu kucing. Makanya dari oarng serumah, saya paling menderita. Kalo si ayah lebih sadis lagi, teorinya kutu kucing mencari inang baru yang ‘bentang alam’nya paling mirip sama kucing. Hehehe…nggak penting banget sih…yang penting itu sekarang perang terhadap si kutu.

Langsung deh duduk lagi di depan komputer. Buka websitenya jasa pemusnahan serangga, tikus dan binatang2 pembawa penyakit lainnya - kebetulan kantornya sering kelewatan kalau menuju sekolah aisha. Canggih sih, dan kelihatan profesional, tapi jelas mahal dan menggunakan bahan kimia berbahaya. Searching lagi…kali ini keywordnya ‘natural cat flea repellent’. Dari beberapa penjelasan disitu saya jadi tau bahwa walaupun tanpa inang asli, kalau si kutu sudah sempat bertelur, dan telur itu sukses disembunyikan - seringnya di benda2 berbulu seperti karpet - si telur itu bisa menetas di luar inangnya. dan setelah itu dia bisa bertahan hidup dari darah inang pengganti selain kucing (misalnya manusia malang seperti diriku). Tapi dia tidak bisa kawin dan bertelur tanpa inang aslinya. Whew…jadi kita tinggal menunggu si telur itu menetas, beranjak dewasa, trus mati tua tanpa sempat kawin dan bertelur…yang waktunya sekitar…ok, 2 bulanan!!!!!! dan selama itu merelakan darah diisep2??? belum lagi ada kemungkinan si kutu bisa menemukan inang asli…berhubung di sekitar rumah banyak berkeliaran kucing kampung liar. Siklus bisa berjalan terusssss….Wah, pengen deh rasanya ngarungin itu semua kucing trus buang jauh2…

Pembasmian kutu kalau mau gampang ternyata memang pake insektisida. Tapi saya masi trauma akibat keracunannya aisha beberapa minggu yang lalu. Insektisida paling aman ternyata bubuk boraks, tapi bubuk itu harus ditabur sepenjuru rumah…yah…nggak mungkin dilakukan tanpa kita harus mengungsi dong…Cara lain dengan merubah kelembaban…karena kutu paling gampang dehidrasi katanya, paling nggak tahan kalau dijemur. Pantes dia merajalela di musim hujan. Ada lagi bikin jebakan kutu pakai air sabun dan lampu, trus tolak kutu pakai olesan minyak kayu putih dan balsem, air jeruk nipis, minyak sereh, atau bawang putih. Malah ada yang menyarankan kita banyak2 makan bawang putih supaya keringat kita bau bawang putih dan kutu nggak tertarik hinggap. Waduuuuh….gimana tho, kalo model gitu, jangankan kutu, suami juga bakal lari!!!!

Cara paling logis saat ini ya…bersih2 rumah…sering2 divaccum dan dipel pakai karbol (2 kali sehari…ekstra kerjaan, tapi daripada2…), usahakan semua tempat terkena sinar matahari langsung (ini yang nggak mungkin, rumah kita lebih rendah dari jalan), jangan menaruh keset di teras (karena kemungkinan dijadikan alas tidur kucing liar dan jadi tempat sembunyi kutu yang ideal), tempat tidur, seprai dan selimut dan semua benda berkain yang sering kontak dengan kulit penghuni rumah sering2 disetrika (ekstra kerjaan juga, maklum musim ujan di gunung, kalo dicuci kapan keringnya???), begitu juga dengan baju terutama celana panjang, harussss disetrika dari bagian dalamnya sebelum dipakai trus rajin oles2 minyak kayuputih atau minyak telon. Plussss….babatin tanaman2 yang agak rimbun, karena bisa dipakai berteduh sama si kutu dan saudara jauhnya sejenis chigger yang kalau ibu saya menyebutnya agas (kalau yang ini bisa terbang).

Nah, taman kecil di antara kamar dan kamar mandi sudah ditreatment langsung. Cuma untuk halaman sepertinya butuh tenaga pembabat profesional alias tukang kebun karena kita jadi pingin mbabat pohon mangga juga yang sudah terlalu rimbun. Sayangnya si bapak ini cuma bisa dinas berkebun di hari minggu karena hari lainnya dia "ngantor" di kantor pengurus komplek. Nah, hari ini dia dateng pagi2 sekali dna langsung babat sana sini. Biarlah, semakin cepat dibabat semakin baik…sudah nggak tahaaaaan sama kutu. Celakanya, sampai dia selesai bekerja, Si Lastri nggak juga datang alias meliburkan diri pasca gaji tengah bulan. Memang sisa2 potongan rumput dan ranting sudah disapu dan masuk tempat sampah dengan rapi, tapi bahaya laten mengancam kalau ada hujan lebat dan meluruhkan potongan rumput yang kecil2 di tanah dan menyumbat saluran air satu2nya. Tadinya saya keukeuh mau melanjutkan pembersihan rumput2 kecil itu, tapi si ayah juga keukeuh minta ditemenin sarapan. Sepulangnya sarapan ternyata waktu sudah mepet banget untuk pergi ke pementasan Ainun (hihi, gaya lho, ainun main keyboard diiringin band!) dna ayah sudah mau pergi lagi. Akhirnya rumah dan halaman ditinggal begitu saja tanpa ada yang jaga rumah.

Sekitar jam 3 sore di fun station terjadi hujan lebaaaat banget. Saya langsung cemas memikirkan keadaan rumah. Si ayah ketika ditelpon mengatakan nggak bakal pulang siang, dan menenangkan, rumah nggak akan apa2. Duh gimana sih si ayah…? Yah, sudhalah…walaupun bad feeling banget. Sepanjang perjalanan pulang saya sudah wanti2 dakocan kalau sampe rumah banjir, terpaksa mereka ngungsi ke rumah nini. Ternyataaaaa…benerrrrrrr….dari luar aja udah kelihatan teras rumah penuh lumpur. Yah…bakal kerja rodi deh.

Lantai basah mulai ruang tamu, belok ke ruang duduk (untung rak tv dan pintu masuk kamar utama lantainya naik dikit dan untung kamar ainun selamat total), basah deh sofa…trus masuk ke kamar tidur tamu (ancurrrr….pas disendokin dapet 4 ember penuh), belok lagi ke ruang makan, mengalir lagi ke dapur…hayyyyyah….lumpurnya itu lho…waduh…ngebayangin isinya aja sudah bikin sebel…pasti mengandung poop kucing liar yang nyebelin itu (sentimeeeen banget neh jadinya). AKhirnya pembersihan rumah temporer - kayaknya masih harus dipel 2 kali lagi, ini aja udah dipel 3 kali dan air pelnya masih coklat susu gitu - selesai juga sekitar jam 8 (huhuhu…pegel, ga ada yang bantuin, si ayah begitu ditelpon dan pulang langsung pergi lagi ngungsiin dakocan ke neneknya, pas dia sampe rumah udah beres). Sebagai tanda simpati (soalnya saya rada bete) akhirnya dia mengajak makan di resto, katanya supaya tenaganya balik lagi dan lagipula ilfil banget makan di rumah yang dapurnya masih kebanjiran (males bersihin, udah cape banget). Ya udah deh, mumpung hehehe, lagi pengen makan enak dan jarang2 bisa pergi berdua (tanpa dakocans lagi..hehehe). Teuteuuup dong, hari ditutup dengan punggung pegel2, telapak tangan merah2, kaki gatel2 dan jadinya sampai sekarang nggak bisa tidur dan akhirnya jadi nulis blog.

Jadi begitulah hubungannya antara kutu dan banjir yang menyeret kucing menjadi hewan paling diinginkan (untuk disingkirkan jauh2 dari rumah) saat ini - buat cat lovers seperti Sofie n Mbak Ghita…suoriiiii banget hehehehehe.

Pe-er Dari Tante Yuli

December 6th, 2006 by aniara

7 things that scare me

  1. takut merasa takut hehehe
  2. takut juga kalo sampe kehilangan rasa takut, nah lo…
  3. takut melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain
  4. takut dihinggapi laba2 (dalam ukuran apapun), kalau lihat dari kejauhan masih ok deh….
  5. takut lupa diri
  6. takut lupa Tuhan
  7. takut apa lagi ya….

7 random songs at the moment

  1. It’s Not Goodbye - Laura paussini
  2. My Baby, You - Marc Anthony
  3. Kiss from a Rose - Seal
  4. Dancing Queen - ABBA (heheheh……)
  5. Love Gives, Love Takes - The Corrs
  6. The Prayer by Josh Groban n Charlotte Church
  7. A Moment Lost - Enya

7 things that i like the most

  1. Tidur
  2. Dakocans n Jalan-jalan ke toko buku bareng Dakocans
  3. Sayur-sayuran…mentah atau setengah mateng aja…
  4. Buah-buahan kecuali duren
  5. Browsing
  6. Shopping Therapy (kalau lagi ada dananya) atau Window-Shopping Therapy (kalau lagi mengencangkan ikat pinggang hehehe - seringnya sih yang ini….)
  7. My Job….:)

7 most important things in my bedroom

  1. Bantal yang empuuuuk
  2. Buku
  3. Selimut
  4. Salep anti gatel (huhuhuhu….paling penting nih…)
  5. Handphone (butuh alarmnya)
  6. Kaca
  7. apa lagi ya…abis tiap malem bobonya nomad sih…jadi nyaris ga ngerasa punya kamar

7 random facts about me

  1. Very much a thinker
  2. dreamer, tapi belakangan sudah mulai berani merealisasikan mimpi2 tersebut hehehehe
  3. Ga pernah punya alergi sampe beberapa bulan yang lalu :(
  4. Sangat penyayang hehehehehe…beneran ini mah…cuma nggak semua orang bisa melihatnya…
  5. Suka makanan enak dan sehat, jadi vegetarian sampe SMA gara2 trauma ngeliat Sapi disembelih waktu Idul Qurban :(
  6. Pernah nangis2 gara2 harus membedah kadal tanah yang keburu udah disayang-sayang dan dikasi nama segala waktu kelas 1 SMA
  7. Menyimpan mimpi untuk menjelajah dunia suatu saat nanti…ceile…hehehe

7 things i said the most

  1. Buset deh
  2. Waks!
  3. Ainuuuuuun!!!!! Aishaaaaaaa!!!!!!
  4. Weleeh…
  5. Astaghfirullah!!!
  6. hu..hu..huuu….
  7. hmmm…menyenangkan!!!! (sambil nyengir)

7 things i plan to do before i die

  1. Jadi anak, istri, ibu terbaik buat keluarga (ngopi jawabannya tante Yuli heheheh…)
  2. Naik haji (ngopi juga….)
  3. punya rumah sendiri
  4. Jadi diri sendiri sebenar-benarnya
  5. Jalan-jalan ke Skotlandia atau New Zealand hahahahhaa….
  6. lihat akhir ceritanya Harry Potter…benarkah tebakan2 sayaaa????
  7. apa lagi yaaaaa…susah nih pe-er nya tante Yuli…

7 friend i want to pass this on

  1. Ayah Dodo (walaupun merupakan keajaiban kalau sampe dikerjakan hehehe…)
  2. Michelle (biar sejenak lupa stressnya - atau malah tambah stress??)
  3. Deni Yulia nun jauh di Windsor (lumayan kan kalau lagi nganggur ditinggal alskling…)
  4. Hening Brewok (walaupun katanya ga mau…ayo, daripada iseng heheheh…)
  5. Ayahnya Bangors (biar nggak mikirin mie ayam, batagor, otak2 dan pempek, bakso kampung pake toge yang banyak, masakan istri tercinta…)
  6. Jeng Ratih
  7. Siapa saja yang bersedia…..

Segmen II nih (banyak amatttt sih…)

**NINE last things you did**
1. last place you were : sekolah Ainun
2. last cigarette : sebagai perokok aktif ndak pernah, sebagai perokok pasif, hari senin di Bakmi Apin                                         3. last meal : cereal with fresh milk
4. last movie watched : Pirates of Caribbean Death man’s chest
5. last Phone call : Ayah                                                               6. last cd played : Putumayo Latin Playgound
7. last BUBBLE bath : kapan ya???                                                  8. last time you cried : Minggu lalu
9. last alcohol drink : first and last, November tahun 2000 di pesawat…abis itu sakit hahahahah…emang ga bole kali ya…

**EIGHT have you evers**
1. have you ever dated someone twice: ya iya lah                         2. have you ever been cheated on: heh? kira2?…                          3. have you ever kissed someone: yes, the one and only hehee…
4. have you ever kissed someone you regret: gak lah!
5. have you ever fallen in love: iyahlah…pasti                                                                                    6. have you ever lost someone: yup, biasa kan dalam kehidupan, (sigh…)
7. have you ever been depressed: pernah, untuk waktu yang lama
8. have you ever eat a life animal: yaiks!!!!!!

**SEVEN branded things**
1. shoes: Andre Valentino
2. bags: Elle
3. shirt: apa ya….
4. make up: paling maybelline kali ya…                                        5. jeans: Lea?                                                                             6. coffee: ga minum kopi euy…                                                   7. glasses: apa ya? nakal nih ga pernah dipake kacamatanya

**SIX things you did in the past four days**
1. Ngajar
2. Nyoba2 bikin sketsa buat ilustrasi
3. Beli celana panjang                                                                  4. ngantar jemput dakocans
5. menulis dan bikin karangan                                                       6. Garuk-garuk…huiiiiiiiii….gatel alergi menyiksa banget siiiih….

**FIVE things on your mind right now**
1. Materi buat ngajar ntar sore                                                      2. Menu masakan                                                                         3. gimana ngebujuk Aisha yang lagi nangis pingin sekolah (padahal tadi pagi nggak mau sekolah…aneh…)
4. pengen makan Nasi Hainan                                                        5. pengen makan brokoli rebus

**FOUR people you can tell pretty much ANYTHING to**
1. Si Ayah                                                                                      2. My Sis                                                                                     3. Some friend depend on the :"anything” (ngopi dari Tante Yuli…betul banget…)                                                             4…….siapa lagi ya…

**THREE favorite colors**
1. orange                                                                                    2. green
3. white

**TWO things you want to do before you die**
1. menjadi diri sendiri sebenar-benarnya (udah dijawab di segmen pertama kok)…
2. naik haji

**ONE goal for this year**
1. being happy…supaya sehat dan semua berjalan lancar…betul nggak?

November 27th, 2006 by aniara

Setelah ngomongin The Corrs, jadinya pingin nulis tentang Celtic Music. Soalnya saat ini budaya Irlandia dan Skotlandia lah yang dikenal sebagai budaya Celtic. Padahal ternyata, setelah iseng baca sana sini,  Pan Celtica meliputi wilayah dan masalah yang lebih luas lagi.

Kata ‘Celtic’ sendiri asal muasalnya dari bahasa Yunani Kuno ‘Keltoi’ yang artinya kurang lebih ’suku-suku barbar’ (barbaros kurang lebih artinya berbahasa seperti ocehan yang tak jelas/ ocehan bayi). Suku-suku barbar ini sendiri kemungkinan maksudnya bangsa-bangsa Eropa, karena dari sumber2 sejarah, Celtic kuno itu (bangsa2 berbahasa Celtic/ Indo-Eropa) meliputi wilayah Eropa tengah, termasuk yang sekarang ini merupakan Perancis, Swiss, Austria. Pada saat itu mereka menyebut diri sebagai bangsa Gael, Gaul (Galia, di Perancis - ingat Asterix dan Obelix yang terlibat permusuhan panjang dengan bangsa Romawi) dan Galatian (suatu daerah yang sekarang termasuk wilayah Turki).

Sekarang ini, bangsa2 berbahasa Celtic hanya tersisa di Kepulauan Inggris dan beberapa bagian Perancis. Mereka adalah yang tinggal di Irlandia, Skotlandia, Isle of Man, Wales, Cornwall dan Bretagne (Brittany). Tetapi ciri kebudayaan (khususnya musik) yang sama masih bisa ditemukan bahkan sampai ke Cantabria, Asturias dan wilayah utara Portugal (walaupun sudah banyak dipengaruhi musik arab). Unsur yang sama juga mempengaruhi musik di Amerika Serikat dan Kanada (dibawa oleh migrasi besar2an ke benua Amerika akibat kelaparan besar di Irlandia).

Nah, Celtic music ini adalah terminologi yang punya makna politik, dipakai oleh mereka yang menolak disebut sebagai bagian dari Musik Rakyat Inggris atau Musik Rakyat Prancis. Celtic Music terbagi dua jenis, Gaelic (Irlandia dan Skotlandia, cirinya melodinya menggunakan range nada lebih luas-sekitar 2 oktaf dan seringkali dalam pure pentatonic) dan Brythonic ( Bretton dan Wales, cirinya range melodi yang lebih sempit bahkan bisa cuma 1/2 oktaf saja).

Mengenai ciri musik celtic, dari bentuk bisa jadi kurang spesifik, karena bentuk serupa juga ditemukan di bagian lain Eropa ( misalnya jig berasal muasal dari Italia). Tapi biasanya music celtic - uraian berikutnya akan mengambil contoh dari musik tradisional Irlandia- memiliki struktur melodi dan ‘pulse’ ritme yang khas. Perubahan pola yang nyaris tak kentara sepanjang lagu (baik dari ornamentasi maupun dinamik, elaborasi biasanya terjadi pada ritme dan phrasing), melodi dan lirik disebarkan turun temurun puluhan generasi, pergerakan harmoninya simpel (tapi tidak selalu I-IV-V seperti di musik pop), instrumen2nya dimainkan secara unison (satu suara). Pada awalnya selalu instrumental (tanpa vokal) karena digunakan sebagai musik pengiring tarian pada perayaan2 seperti pernikahan dan pesta-pesta (yang indentik dengan minum bir). Pola yang umum adalah 16 bar atau 2 x 8 bar, biasanya 8 bar pertama untuk tarian menggunakan kaki kanan dan 8 bar kedua untuk kaki kiri. Pola ini diulang berkali-kali sekehendak pemainnya sampai tarian berakhir.

Musik tarian biasanya dibedakan menurut time signature nya (tanda birama) dan bukan dari tune/ nada nya. Ada Reels (4/4), hornpipes (4/4 dengan menggunakan not2 1/8 sepanjang lagu), double Jig (6/8), Slip & Hop Jig (9/8), dan Single Jig (12/8). Juga ada adaptasi dari irama asing (seperti Polandia) yaitu polka (2/4) dan Mazurka (3/4).Tariannya sendiri dibagi dua yaitu double/ treble Jig yang menggunakan ’sepatu keras’ sehingga bisa dibunyikan menghentak sambil menari, dan Light Jig yang menggunakan sepatu ringan.

Alat musik yang digunakan paling awal adalah Fiddle (biola, tapi penggunaan kata fiddle mengacu kepada cara memainkannya yang a la tradisional, bukan secara klasik Eropa). Kemudian Flute dan Tin Whistle (seruling kecil, seperti yang dimainkan Andrea Corrs itu lho), awalnya terbuat dari kayu, tapi pada abad 19 mulai difabrikasi secara masal dari bahan logam. Lalu Uillean Pipe (baca ill-in atau ill-yun) sejenis bagpipe khas Irlandia yang bersaudara dekat dengan Scottish (Highland) Pipe khas Skotlandia, Gaita (bagpipe yagn ditemukan digunakan di wilayah galicia, spanyol dan portugal- tidak banyak yang tahu, mungkin nanti akan ada posting juga tentang musik spanyol). Mereka berbeda bentuk dan cara memegang, juga range suara yang dihasilkan. Lalu ada Harpa yang disebut Clarsach yang suaranya lebih ringan dan berdenting dibanding harpa modern. Belakangan mulai akhir abad 19, instrumen baru seperti Akordion dan Concertina (sejenis akordion kecil), Banjo (dibawa oleh imigran yang pulang dari amerika, banjo sendiri biasa dimainkan oleh para pekerja kulit hitam asal afrika di amerika), Gitar, Bouzouki (sejenis mandolin, asal usulnya kalau tidak salah dari Yunani), Harmonika dan Bodhran/ tambourine sebagai satu2nya alat musik perkusif yang memberi beat pada lagu.

Setelah sempat menjadi musik underground akibat konflik politik (skotlandia, irlandia dengan Inggris), di abad 20 terjadi kebangkitan kembali musik celtic yang ditandai munculnya pemusik2 yang mempelopori Celtic fusion (fusi dengan musik modern seperti pop, hip hop,punk rock, house, bahkan metal) seperti Alan Stivell (thn 60-an),Enya and the Clannad (’70an), Sinead O’ Connor (80′an), Cranberries, U2, The Corrs. Demam Celtic kemudian menyebar berkat pertunjukan Riverdance di broadway thn 1994 (ini juga yang bikin saya terimbas demam Celtic setelah pernah menemukan rekaman pertunjukannya suatu saat di thn 1999). Pertunjukan kelas dunia yang menggabungkan tarian, musik, drama dengan kualitas nomor satu. Musiknya yang dibuat oleh Bill Whelan tidak dapat dianggap sepenuhnya tradisional karena sudah digabungkan deng unsur tap dan ballet jazz amerika.

Kalau mendengarkan musik Celtic yang benar2 tradisional memang rasanya seperti masuk bar kuno penuh orang berpesta, menari dan minum bir. Dan dulu umumnya para pemusik adalah pria (berjenggot, memakai kilt/ rok kotak2 tradisional, dan bernyanyi dengan gaya ‘yo-ho-ho’ seperti bajak laut hehe..). Sebelum akhirnya lagu2 balada mulai dimainkan dan para wanita mulai memainkan alat musik. Belakangan ini, di masa modern ini, Celtic Music mendapat definisi baru sebagai akibat dari strategi pemasaran dari perusahan2 rekaman dan penggunaan ilustrasi musik untuk film yang berbau Celtic (Titanic dan Braveheart contoh bagusnya). Kalau saat ini kita ke toko kaset/CD, Celtic Music kadang berada di bawah label ‘World Music’ atau ‘New Age’. Musik yang kita dapatkan di sini adalah musik yang easy-listening, dreamy (visualisasi yang terbayang adalah padang2 rumput, tebing tinggi dengan sang penyanyi berdiri dengan baju berkibar ditiup angin),dipasarkan dengan embel2 ‘relaxing’ atau ‘evocative’, dan tetap dengan sedikit rasa Irlandia dan skotlandia yang terdengar melalui pemakaian instrumen khas Celtic. Penyanyi Enya sering masuk dalam kategori ini, walaupun tidak banyak juga yang tahu bahwa sebelum ini (dan sekarangpun masih) Enya bersama sudara2nya yang dulu membentuk band Clanad masih juga memainkan versi tradisional dari musik celtic.

Walaupun banyak diprotes oleh para tradisionalis, pemberian makna baru ini sedikit banyak justru menolong memperkenalkan celtic music yang sebenarnya kepada khalayak ramai (seperti yang terjadi pada saya). Setelah awalnya mendengarkan musik2 new age dari Narada Records, lalu Jochen Vogel (aslinya orang Jerman, tetapi banyak mendalami permainan Clarsach), kemudian mendengarkan yang lebih tradisional seperti Helen O’hara, lalu ke grup musik seperti The Chieftains (yang sekarang anggotanya sudah pada eyang2), Dubliners, Young Dubliners dll.

Nah, jadi ingat musik Tradisional Indonesia deh…mungkin untuk mengangkat musik Indonesia juga harus begitu ya, harus menyelusup lewat jalur komersil, bikin musik new age / world music indonesia. Terbayang deh kalau bisa nebeng Putumayo Records…’Indonesian Playground’ (cublak2 suweng dan lagu dolanan bagus lho!) atau ‘Tapanuli Fussion’ …. (bisa aja sih, kan kita punya Vicky Sianipar misalnya). Atau bahkan Lewat Inul dan Bang Haji. Jadi ingat cerita temen yang pernah kuliah musik sebentar di Amrik sana, waktu ada materi World Music dia sempat tercengang karena ada nama pemusik Indonesia di dalamnya. Tau nggak, lagunya "Begadang" yang penyanyinya tak lain Bang Haji itu…!!! Yah, sayangnya terhenti sampai di situ, mungkin orang luar belum melihat potensi musik kita, atau kita nggak ada modal dan jalur yang tepat (nggak ngerti deh kalo soal industri musik, awam nih). Mungkin juga kultur kita tidak sengotot bangsa2 Celtic yang karena ditekan sepanjang jaman jadi malah semangat juang menunjukkan jati diri. Jadi begitulah, asik kok dengerin musik Celtic…Cobain Deh!