Archive for June, 2007

The Cyclic Cycle

Friday, June 29th, 2007

Suatu hari di muara yang sunyi

air melepaskan diri dari pelukan lumpur :

"Cepat, cepat ke laut

aku akan kembali pada diriku"

Cuma setetes air dalam lautan

berat digayuti garam ribuan tahun

yang kemudian lepas bebas ke angkasa :

"Inilah semurninya diriku!"

Ketika dataran tinggi hijau memanggil

akhirnya tergoda jatuhkan dirinya ke sana.

Mendengar gemericik dirinya, dia berkata riang :

"Dengar nyanyianku!"

Pada padas sepanjang jalan

dia bercerita tentang hidupnya ribuan tahun.

Pada padas yang menggemakan suara merdunya sepanjang lembah

Tentang angannya, tentang tangisnya

"Aku cinta padamu!"

akhirnya ia berkata pada tebing2 keras.

"Aku cinta padamu!"

Bebatuan menggaungkan suaranya

Rengkuhan makin keras

arus mengikis sudah ribuan tahun

air dan padas tak ingin berpisah

"aku ingin selamanya bersamamu"

Air tak akan bisa berhenti

sudah hukumnya dia terus berjalan

Padas cemburu :

"Kau milikku!"

Yang deras mulai melambat..

Yang keras menjadi gembur..

"Aku cinta padamu"

Tapi padas sudah menjadi tanah

Tak ada gaung

Tak ada nyanyian

dia hanya terus memeluk

"..milikku…"

Air terdiam

makin lambat

makin kental

dia berubah

Lumpur

ribuan tahun

sampai

muara

Suatu hari di muara yang sunyi

Air melepaskan diri dari pelukan lumpur :

"Cepat, cepat ke laut

aku akan kembali pada diriku"

(* tak ada ribuan tahun atau sedetik, kau atau aku, air atau batu, cinta atau cemburu dalam cerita ini, semua sama adanya) - dibuat di bandung, 26 Juni 2007.

Oleh-oleh

Sunday, June 10th, 2007

Bicara soal oleh-oleh atau buah tangan biasanya berhubungan dengan kepulangan seseorang dari suatu tempat yang jauh dan oleh2 biasanya juga datang bersama orang yang bersangkutan. Itu normalnya. Nah bunda sudah 2 kali nih dapet oleh2 yang ngagetin dari Om Pri (bukan nggak seneng lho, Pri…cuman kaget hehehe). Om Pri ini temen SMP-SMA bunda yang baru-baru ini nyambung kontak lagi. Lama tak berkabar, ternyata sekarang sudah menyunting temen sekelas kita waktu SMA, Anti, dan punya pasukan 2 pria (Adil n Azhar) dan 1 wanita (Mutia) yang secara singkat dipanggil d’ bangors. Nah, ternyata Om Pri ini sekarang sedang merambah Benua Amerika, tepatnya Amerika Selatan, tepatnya Colombia, tepatnya di hutan Colombia, lebih tepatnya bener-bener di tengah hutan Colombia.

Waduh udah kebayang aja yang namanya di tengah hutan Amazon gitu, banyak nyamuk dan binatang2 lainnya (termasuk iguana yang jadi ‘penunggu’ WC, hahhaa), bersama teknisi2 Latin yang katanya badannya gede2 dan sangar2 (tapi seneng nonton telenovela dengan penuh penghayatan), kalau keluar malem suka ketemu gerilyawan, jauh dari Si Cantik dan Bangors, dan terutama jauh dari makanan Indonesia, khususnya masakan Anti, Mie Ayam, batagor, somay, ketoprak dll kegemaran Om Pri…hhh…betapa menderitanya.

Untung! untung masih ada sambungan internet! Bunda dan Tante Yuli ceritanya termasuk yang sering memergoki Om Pri online pada jam2 yang tidak wajar (maksudnya nggak wajar di Indonesia, karena beda waktunya sekitar 12 jam). Dan akhirnya kita jadi sering menghibur Om Pri yang selalu kangen makanan indonesia, selain kangen keluarga di indonesia (menghibur kurang tepat sih, karena kalau kita jadi ngomongin masakan indonesia buntut2nya om Pri jadi makin ngiler hehehe). Nah, jadinya juga, rute rambahan Om pri juga jadi terlacak nih, dari colombia ke venezuela trus ke Ecuador dan sekitarnya disertai macam2 cerita unik dan lucu dari negara2 itu. Dan Tante Yuli rupanya dengan sigap langsung pesen oleh2 hehehe dan bunda jadi ikut2an deh…sayangnya pesenan tante yuli ketinggalan di bandara kalo ga salah!!!!!

Nah, karena banyaknya oleh2, akhirnya diputuskan mungkin dikirim aja dari sana, katanya supaya nanti kalau pulang ke indonesia nggak terlalu banyak bawa barang. Jadi Om Pri minta alamat untuk pengiriman (bunda pake alamat eyang, biar lebih jelas). Tapi kabar2 terakhir katanya susah cari jasa pengiriman, kantor DHL n FedEx aja keliatan nggak pernah buka (lho?). Jadi urusan barang kiriman sementara lupa aja. Sampai suatu saat bunda dapet telpon dari eyang, "Diiin, ini kok ada kiriman dari luar negeri satu paket kotak gede buat engkau, tapi ada ongkosnya, ini paket beneran atau bohongan ya? Mami bayar nggak nih Din? - dengan suara yagn bener2 bingung". Rupanya eyang curiga ada yang mau minta2 uang pakai ngaku2 mengantar barang. Ternyata, jasa pengiriman yang dipakai om Pri mengalihkan barang ke jasa lainnya sesampai di Indonesia, sehingga akhirnya ada ongkos dan pajak lagi. Bunda sih nggak keberatan deh, berhubung ada benda pesenan bunda dalam kardus itu. Tapi om Pri bilang, nanti kalau ada oleh2 lain mending dikirimnya kalau sudah nyampe Indo aja deh, biar nggak dimintain uang lagi, "Kalo loe dimintain ongkos lagi, jitak aja yang nganterin barang" gitu kata om Pri seenaknya hehehehe.

Isi paketnya ada Sebuah tas ransel rajut lucu dari ecuador (yang langsung di hak milik sama Aisha), sebuah Kaos Colombia warna coklat buat ayah, Hiasan dinding manik2 kayu, buku berisi foto2 ecuador (bagus banget ya ecuador), 2 buah ballpoint lucu (kayaknya laku tuh pri kalo dijualin di Indo, murid2  banyak yang tanya, beli di mana, malah ada yagn ngerengek2 minta bolpen yang kuning hehe) dan guiro pesenan bunda. Nah, kalo oleh2 paket pertama bikin kagetnya karena ongkosnya, yang paket ke-dua bikin kagetnya karena sempet dikira paket yang nggak jelas pengirimnya.

Ceritanya bulan ini Om Pri sudah sampai ke Indo, dan kabar terakhir sedang berkangen2an dengan keluarga di jakarta. Eh, minggu lalu eyang nelpon lagi, "Diiiin, engkau dapet kiriman lagi, tapi nggak dimintai ongkos kok. Cuman kirimannya dari jakarta, dari Putri Beta, Mas Ranti Kusuma, engkau kenal nggak?". Hah…siapa Putri Beta Mas Ranti ya? Salah kirim gitu? Sumpah deh nggak ada temen namanya Ranti (Mas2 lagi…) Cuman waktu ditanya jakarta sebelah mana, eyang bilang : Ciledug. Oooo…baru jelas asal paketnya, rupanya eyang salah baca, Marsianti (nama lengkapnya Anti) dibacanya Mas Ranti, Puri Beta juga dibaca Putri Beta. Hehehe…

Ternyata kali ini oleh2 dari lawatan ke Houston, sekali lagi lengkap buat seluruh keluarga, ada pajangan keramik, Satu Tas ransel kecil lucu plus gantungan kunci boneka kuda poni (langsung di hak milik Aisha lagi), Topi keren buat ayah (tapi kalau ayah nggak mau pake topi, buat bunda aja hehe), pundi2 rajut, 2 gantungan kunci dan sebuah CD relaksasi khusus "For Mom" (hihihi, kirain Marc Anthony, abis dulu sempet ditanya2in suka Marc Anthony nggak- tapi CD yang ini sih emang keren banget kok Pri…tengkyu ya…tau aja kebutuhan ibu2 huhu, jadi terharu..)

Wah, jadi mikir enaknya nanti kalau kita ke Jakarta, Om Pri dan Anti sekaluarga dioleh-olehin apa ya? Om Pri sih pernah reguest batagor terkenal. Iya nih, kayaknya paket dari bunda dan dakocans makanan aja deh…Mudah2an pas kita ke Jakarta Juli nanti Om Pri belum balik ke Hutan Colombia lagi…kalo nggak ya berarti Anti n Bangors aja yang kebagian hehehe. Berhubung semua titip batagor, ayo…ayo…siapa lagi…Tante Yuli mo titip Batagor juga nggak?