Ariadne
Monday, October 2nd, 2006262-19+17
291-4+33
320-16++5
oh 342!
305?
267-7+12
karena 429-12+3
430-6+19
….-16+12…
979221786x
262-19+17
291-4+33
320-16++5
oh 342!
305?
267-7+12
karena 429-12+3
430-6+19
….-16+12…
979221786x
Hari Kamis tanggal 28 September kemarin cuaca di Bandung sama seperti bulan-bulan belakangan ini. Terik, menyengat dan tajam yang aneh justru karena suhu udara rasanya tidak terlalu tinggi. Tidak keringatan tapi kulit terasa gosong terbakar. Di mana-mana debu mengepul dari tanah rindu hujan yang tertiup angin. Menyerang tenggorokan yang jadi kering dan mata jadi sering kelilipan. Suara batuk jadi mode, seperti jargon obat batuk beberapa tahun yang lalu : festival batuk.
Sudah 2 minggu ini dakocan juga terimbas batuk pilek, seminggu Ainun izin tidak masuk sekolah dan kemudian masuk sekolah masih membawa batuk dan terlihat masih lemas. Apa boleh buat, daripada tertinggal pelajaran terlalu jauh. Ainun tadinya sangat bersemangat untuk ikut puasa. Tapi mengingat kondisi kesehatannya, bolehlah ikut sahur… tapi jam 10 pagi waktu snack di sekolahnya sepertinya dia sudah harus membatalkan puasanya. Aisha juga tertular batuk, tapi anehnya walaupun lebih sedikit istirahat dan makan dibanding kakaknya, Aisha sembuh lebih cepat.
Nah, karena Ainun sepertinya butuh banyak istirahat sepulang sekolah, Kamis lalu dia tidak boleh ikut bunda mengajar ke Funstation. Aisha tetap bunda bawa dengan pertimbangan kalau ditinggal menemani kakaknya bakal ‘mengganggu’ jadwal tidur siang Ainun dengan gaya bermainnya yang biasanya heboh itu. Sebenarnya saat itu badan sudah mulai terasa tidak enak. Penyakit lambung sudah kumat sehari sebelumnya, jadi hari Kamis sudah dimulai dengan sakit kepala dan nyeri lambung - inginnya sih Aisha ditinggal saja di rumah. Tapi akhirnya kita tetap berangkat berdua juga.
Sampai di Funstation seperti biasa, karena panas luar biasa, Aisha minta dibelikan minum lalu akan masuk ke area bermain. Area bermain ini terbuka, dengan area kelas dan area tunggu yang dipenuhi kursi dan meja makan cuma dibatasi pagar dari besi bundar. Biasanya dia betah berjam-jam lari, bergelantungan, panjat sana sini, loncat2 di atas trampolin. Paling-paling dia keluar sebentar untuk minum lalu masuk lagi. Kalaupun dia merasa cape, biasanya dia memilih tidur-tiduran di atas matras sekeliling kolam bola - sambil melamun dan nyanyi-nyanyi kecil hahaha … saat itu karena saya merasa mulai sakit kepala, suara muali serak dan ingin tidur… rasanya kepingin ikut-ikutan tidur di atas matras, pakai alasan menemani Aisha main.
Setelah Aisha ‘aman’ di area bermain, kelas dimulai. Rasanya agak kurang konsen dan jadinya harus mondar mandir ke dekat tiap anak karena suara yang biasanya kasi komando jarak jauh tidak bisa diajak kompromi. Tiba-tiba 15 menit menjelang kelas berakhir, Risna - ibu admin m.e., melongok ke dalam kelas dengan ekspresi bingung. "Miss, Bu,…(tuh belepotan deh…) tolong keluar sebentar, Aisha nyangkut!", katanya sambil langsung keluar lagi. Nyangkut? nyangkut di mana? sedang main flying fox kah? atau jangan2 dia coba ber-bungy trampolin kah? keluar kelas sambil bingung. Untung ada Arum yang bisa pegang kelas sementara saya keluar.
Begitu keluar kelas, langsung terlihat pemandangan ajaib : Aisha yang sedang menangis dalam posisi seperti mau di guillotine di pagar pembatas. Badannya ada si sisi luar, kepalanya di sisi dalam. Lehernya terjepit di antara 2 besi vertikal yang jaraknya kurang dari 20 cm! Para staff Funstation mengerubungi Aisha yang tangisnya tambah keras begitu melihat bunda. Walah…kelihatannya diameter kepala Aisha lebih dari 20 cm, jadi bagaimana caranya kepala bisa masuk ke posisi begitu? Kelihatannya tidak ada yang melihat awal peristiwanya, semua bingung (termasuk Michelle dan Richard yang tadinya sudah pamit mau pulang - jadi ikut heboh) dan jadi telmi. Sampai akhirnya seorang pengasuh anak datang tergopoh-gopoh sambil mengatakan awalnya Aisha meloloskan kakinya lewat jeruji, lalu badannya dan akhirnya pundaknya sebelum dia kesulitan meloloskan kepalanya.
Hah? badan Aisha cukup untuk bisa lolos lewat jeruji???? Duuuh…kok ya repot2 amat keluar lewat jeruji, kan ada pintu! Mengingat Aisha penggemar superhero, jangan2 ide coba2 ini berasal dari situ juga. Sebenarnya minat Aisha yang satu ini lumayan bikin ketar-ketir. Sudah banyak pengalaman anak2 yang meniru aksi superhero yang cukup atau malah sangat berbahaya. Karena itu dari awal ayah bunda sudah cegah-tangkal Aisha mencoba aksi terbang atau loncat dengan memberi pengertian (ini pentingnya mendampingi anak2 ketika menonton tayangan apapun, bahkan jenis ‘soft‘ seperti Barney atau Dora, memperlihatkan atau menjelaskan proses pembuatan film bisa sangat membantu).
Kalau tayangan televisi - sekedar pesan pribadi nih - lebih baik tidak memberi akses anak2 kepada sinetron deh, karena tampilan atau setting keseharian yang terlalu nyata, tapi kisah2nya kadang sangat berlebihan, mengacaukan batas khayalan dan kenyataan, penuh kekerasan fisik maupun psikologis sehingga berpotensi menimbulkan trauma pada mental anak2. Tontonan yang langsung bisa dikategorikan sebagai fantasi, rasanya mungkin akan lebih mudah untuk dijelaskan segala ketidakmungkinannya di dunia nyata.
Singkatnya ternyata kita harus benar-benar selektif memilih tontonan! Dakocans sudah sangat mengerti bahwa manusia tidak bisa terbang atau loncat dari ketinggian. Tapi tidak pernah terpikir bahwa Aisha akan meniru aksi yang satu ini, mungkin karena cukup ‘manusiawi’ dan ternyata setelah dicoba-coba badannya memang cukup kurus untuk bisa lolos. Waks…kok ya nggak kepikiran ya dari tadi??
Yah, kembali ke masalah Aisha nyangkut, gampang kalau begitu, tinggal prosesnya dibalik aja. Tapi susahnya Aisha tidak mau dibujuk mengikuti proses yang benar, panik banget sepertinya. "Huaaaa…bundaaaa…Aisha ga mauuuuu", tetep keukeuh mau mengeluarkan kepalanya. Akhirnya bunda segera masuk ke area bermain, siap-siap menarik Aisha sementara yang di bagian luar mendorong badan Aisha ke arah area bermain. Jadi inget cara saya membuka simpul kantong plastik pembungkus makanan matang yang kelewat kenceng. Ujungnya dipuntir dulu lalu didorong masuk ke lubang simpul, baru simpulnya dilonggarkan. Persis begitu…kaki Aisha diangkat, badannya yang kaku karena tegang dimiringkan, lalu disorongkan masuk jeruji, ditangkap bunda di sisi lain…. fiuhhh… semua orang legaaaa….Aisha langsung nemprok memeluk bunda dan tidak mau lepas sambil masih tersedu-sedu.
Alhasil semua orang di ruangan seukuran gymnasium itu tertawa, minimal senyum2 sambil geleng kepala …termasuk bunda yang sambil menggendong Aisha ke arah kelas setengah mati menahan kikikan. Dan itu langsung diprotes Aisha…"Bundaaaa, bunda jangan ketawa dooong". Masih sambil tergeli-geli bunda bilang bunda tertawa karena bunda senang dan lega Aisha sudah lepas dari pagar. Ohhh…gitu ya bunda… Aisha terlihat lebih lega dan minta turun dari gendongan sementara murid2 di kelas juga cekikikan untuk alasan lain. "Hihihi…Miss Diana jadi mama….!". Rupanya mereka baru tau Miss Diana ternyata ‘mama’ juga setelah melihat bunda menggendong Aisha… hahahahaha - Insiden kocak ini sempat membuat bunda lupa sakit kepala dan suara serak bunda juga (walaupun malamnya tetap jadi demam dan esoknya suara benar-benar hilang).
Ketika kami keluar dari Funstation sorenya, Aisha sudah tertawa-tawa lagi dan rupanya sudah tidak merasa malu. Dia sibuk menceritakan ke semua orang yang bertanya (kebanyakan sih sebenarnya melihat langsung, cuma ingin bertanya ke Aisha saja karena gaya ceritanya yang lucu) apa yang terjadi tadi siang. "Tadi kepala Aisha ketinggalan! Tapi Aisha kan tadi jagoan, jadi Aisha udah nggak nangis lagi ", begitu katanya sambil tertawa lebaaar. Dan sesampainya di rumah juga dia langsung bercerita kepada Ainun tentang peristiwa tadi, yang juga langsung dikoreksi Ainun dengan gaya berwibawa tapi penuh pengertian," Bukan ketinggalan de, tapi nyangkut! kalau ketinggalan kan kepala Aisha artinya copot!". Yang cuman diiyakan Aisha lalu sibuk memperagakan posisi guillotine-nya tadi. Hehehe…sekarang bunda yang dapet PR… berarti harus sekuat tenaga menggemukkan Aisha nih. Soalnya sekarang di Funstation ada bahan menggoda Aisha yang baru diantara para staff - dan biasanya membuat Aisha protes berat : ternyata Aisha bukan Batman atau Superman lagi…tapi Plasticgirl!!!!! hahahahaha…