Apa yang Dikatakan Raja Melkisedek kepada Santiago?
Friday, September 8th, 2006Kalau mengingat 25 tahun yang lalu, ketika bertemu dengan om, tante, bapak2, ibu2, eyang2, muncul pertanyaan standar, " Nanti kalau sudah besar mau jadi apaaa???". Dan saya dengan yakin menjawab, "Mau jadi Pramugari!". Weits, keren. Maklumlah saat itu akses jalan darat keluar dari Pendopo tercinta cukup buruk dan perjalanannya amat melelahkan. Jadi jika tidak terpaksa, lebih baik menggunakan jalan udara, naik pesawat kecil seperti Twin Otter ke Palembang. Dari Palembang ke Pulau Jawa juga jalan udara, menggunakan maskapai nasional kita kala itu. Nah, disinilah saya kerap memperhatikan para bidadari yang mondar mandir dengan dandanan rapi, wangi, senyum tersungging, memperagakan penggunaan safety belt dan safety jacket, serta menawarkan permen di atas nampan. Padahal cuma permen, tapi betapa senangnya saya kala itu (favorit saya tentu trebor rasa buah dengan cairan asam didalamnya). Saking nge-fans nya, saya sering mempraktekkan tahap2 pemakaian jaket keselamatan di hadapan teman2 (sebaya, 4-5 tahunan, hehe) untuk membuktikan kelayakan saya menjadi pramugari kelak hahahaha.
Nah, walaupun rasanya di abad 21 ini saya makin jarang mendengar pertanyaan mengenai mau apa nanti kalau sudah besar, kadang2 saya tanyakan juga kepada dakocans, sekedar ingin tahu ketertarikan mereka pada apa saat ini. Bisa diduga, jawaban yang saya terima dari dua anak ini jauuuuuh…berbeda.
Ainun dengan mata menerawang dan senyum tersungging menjawab,"Mau jadi penari balet, penari Bali, penyanyi dan pemain piano-biola, pemain ice skating dan buka toko kue…". Wah takjub juga bunda mendengar jawaban terakhir, mengingat walaupun doyan makan kue, tapi bunda sangat jaraaaaaaang membuat kue di rumah. Paling banter bikin brownies kukus yang semua bahannya tinggal diaduk jadi satu lalu masuk kukusan. Ketika ditanya mengenai toko kue jawabnya,
"Iya, kan kalau punya toko kue, dapet uangnya jadi tiap hari, gitu bunda…"
"ooo…iya yah, pinter juga, jadi penghasilan utama dan tetapnya dari toko kue ya Nun?".
"Iya, kan uangnya nanti buat beli baju tari, buat ongkos jalan-jalan, buat maen skating".
("ooooh…OK deeeeh….")
"Trus nanti mungkin Inun juga bikin toko yang jual2 baju, baju buat nari, peralatan nari trus…macem2 deh bunda!".
("OOOOh…OK….OK…..!")
Terus terang bunda lumayan terkagum-kagum dengan ide ekspansi usaha dan diversifikasi dagangan usulan Ainun, hehe…kok ya terpikir ya oleh anak usia 6 tahun. Jaman…jaman…(sambil geleng2 kepala)…
Nah kalau Aisha bisa diduga punya jawaban yang nggak lazim. Dengan tatapan mata tajam dan muka sangat ekspresif, ini jawabnya, " Mau jadi Batman, Superman, Ultraman dan Oom Ijo (ini maksudnya Hulk)!!!!". Waaaaakakakakak…bunda langsung ngakak tak peduli tatapan tersinggung Aisha…huuuuhuhuhuhu…sori….nggak tahan. "Lho Spiderman kok nggak disebut Sha?". Ternyata menurut Aisha Spiderman kurang keren karena ‘bahasa tubuhnya’ kurang jantan. Ya iyalah nak, namanya juga SPIDERman, ya gerakannya seperti laba2 dong! Jadi idola utama saat ini adalah Superman, karena jambulnya itu lho!!! Seringkali memang Aisha lari ke kamar mandi, membasahi poninya lalu dibentuk seperti juntaian poni Superman. Hhhh…hhh…. jaman…jaman….
Kelanjutan dari demam superhero Aisha adalah tiap hari sekolah, baju yang mau dipakainya ya itu-ituuu terus : 3 t-shirt Batman CKP (*Cuci-Kering-Pakai). Lalu gawatnya menolak disebut ‘cantik’, ‘lucu’, atau ‘manis’. " Aisha itu kelen (*keren), Aisha kan jagoan, Aisha laki-laki!". Waaaaaaaks! net not, lampu kuning! Ayah bunda langsung bikin kesepakatan tidak akan membelikan (lagi) baju dan/atau atribut superhero untuk Aisha. Maksudnya agar stok rok dan baju2 lucu lungsuran Ainun pada akhirnya akan terpakai, sekaligus mengembalikan Aisha ke fitrahnya sebagai wanita….(geleng2 lagi).
Berhasilkah? ada beberapa hari sih, Aisha mau juga pakai Rok. hihihi…memang jadinya lucu…Nah, kemarin dia sekolah memakai t-shirt kuning berbordir bunga2 pink dengan celana senada. Pulang sekolah bunda ajak mampir Ciwalk karena bunda mau mencari stiker2 lucu untuk reward murid2 bunda. Anak2 memang senang sekali bila mendapat stiker sebagai penghargaan untuk tingkah laku baik atau prestasi dalam kelas. Ada stiker putri2 Disney, Mickey Mouse, buah2an, serangga…daaaan….(aduh, kok ya keliatan aja ya…padahal di tumpukan bawah)…stiker Superman! Melihat tatapan menghiba Aisha, bunda nggak tahan juga, jadi bunda belikan satu lembar (dan satu2nya yang dijual di situ). Apa yang terjadi? Itu gambar Superman ukuran 10 x 20 cm langsung dibuka dan ditempelkannya ke t-shirt bunga2 yang sedang dipakai. Waduh hihihi…jadi Supermannya bertabur bunga2 pink hahahaha.
Belum cukup…dilepasnya stiker yang sedikit lebih kecil, lalu dengan sedikit (sedikiiiit???) memaksa, ditempelkannya di cardigan putih yang sedang dipakai bunda. Plus wanti2 supaya tidak dicabut. "Kan bundanya Superman!!". Waduuuuh untung hari ini bunda tidak sedang pakai rok feminin hihihi…segini saja sudah sangat menarik perhatian. Hahhaha…ibu dan anak pakai baju Superman aneh jalan2 di Mall hihihihihi….
Yah itulah, bunda jadi tiba2 teringat apa yang dikatakan Sang Raja Melkisedek kepada bocah penggembala Santiago dalam novel The Alchemist nya Paulo Coeho," Kalau kau mendambakan sesuatu, alam semesta bekerja sama membantumu memperolehnya". Tentunya kalau sungguh2 menginginkan sesuatu. Saya memang tidak menjadi pramugari walaupun dulu (rasanya) sangat menginginkannya. Tapi ternyata kalau dipikir-pikir, seperti Santiago ingin jadi gembala karena ingin berkelana ke negeri2 yang jauh, pada intinya saya ingin jadi pramugari karena ingin jadi pribadi yang ramah, baik hati, hehehe pokoknya sesuai kesan yang saya tangkap mengenai pramugari saat itu. Tercapai? wallahualam, mudah2an heheheh :p
Coelho sendiri menyimpulkan dalam berbagai bukunya, bahwa peristiwa2 dalam hidup (termasuk menurut saya, munculnya keinginan2 atau cita2 dalam perjalanan hidup kita), memang harus kita alami untuk mengenali diri kita sendiri - istilahnya Coelho : legenda pribadi. Agar kita bisa belajar! Karena ingin jadi penari Bali jadi belajar budaya Bali dan segala nilai2 luhur di dalamnya. Ingin punya toko kue, kan jadi sedikit2 belajar bikin kue, belajar sabar, belajar menikmati proses berkreasi. Suatu proses membentuk kepribadian juga. Jadi biarkan saja Aisha punya cita2 jadi superhero, karena pada esensinya mungkin dari situ dia bisa belajar konsep menolong sesama dan membela kebenaran. Dan mudah2an alam semesta akan membantu mencapainya!!! Amin.