Archive for March, 2006

Tentang Nama

Wednesday, March 22nd, 2006

"Na, Aniara tuh apa?", nih pertanyaan dari Yuliazmi- teman sejak SMP, setelah melongok blog kosong melompong di wordpress yang sudah diberi nama Aniara. Yuli ini sangat antusias menunggu posting pertama dari teman yang sudah sejak tahun lalu dibujuk-bujuknya untuk ikut milis, friendster dan bikin blog. Segala cara sudah ditempuh termasuk dengan memasukkan cerita-cerita lucu tentang 2 dakocan ke dalam blog nya di bedeng.com. Yah, jelas setelah blog jadi terwujud, Yuli harus diucapi terima kasih. Sebagai ungkapan terima kasih, ini jawaban pertanyaanmu hasil pencarian pake search engine :)

Pertama menemukan Aniara, waktu itu pertengahan Oktober 2002, di tempat tidur, sambil berbaring dengan perut besar-sesak dan berat badan bertambah 15 kg. Halaman 21 dari The Concise Oxford Dictionary of Music. Yak, sedang cari nama untuk si jabang bayi.

Aniara ternyata judul sebuah puisi panjang karya penulis Swedia, Harry Martinson yang pernah mendapat Hadiah Nobel untuk literatur pada tahun 1974. Puisinya terbit tahun 1956 dan dipentaskan sebagai opera pada tahun 1959 - itu sebabnya dia bisa muncul di dalam kamus musik. Isinya tentang sebuah pesawat luar angkasa yang perjalanannya ke Planet Mars berubah menjadi perjalanan abadi tanpa akhir.

Kata itu sendiri, menurut Deni - teman yang belajar bahasa Swedia, cuma sebuah nama yang dipakai untuk nama tempat dan beberapa cerita anak. Tapi ada definisi-definisi yang muncul dari imajinasi pembaca terhadap karakter fonetik kata ini. Ada yang mengartikan aniara sebagai ruang dalam atom dimana elektron-elektron bergerak mengelilingi inti atom - mungkin definisi dari para fisikawan ya?. Ada juga yang mengartikan sebagai ruang maha luas tempat kedudukan bintang-bintang dan tempat planet-planet berorbit - pasti para penggemar astronomi. Dan ada juga yang menghubungkannya dengan unsur Argon, elemen yang katanya ditemukan di tanah dan udara. Secara umum kata ini memiliki sifat pengingkaran, yang mengakibatkan ia bisa berarti ‘tidak di sini ataupun di sana’, ‘kosong’, ‘hampa’, ‘tidak di bumi ataupun di langit’.

Nah, jadi jelas kenapa nama ini batal jadi nama si jabang bayi dan berakhir jadi nama blog. Karena ada ulasan mengenai puisi di atas (mudah-mudah nggak salah mengerti, nih) yang menyimpulkan bahwa Aniara bercerita tentang perjalanan manusia modern dari luar dirinya ke kekosongan dalam dirinya dan menemukan bahwa tidak ada ‘di luar’ dan ‘di dalam’. Bahwa sesungguhnya alam semesta kita ini mungkin hanyalah sebuah atom.

Mungkin sensasi dari unsur ‘perjalanan’ yang membuat jatuh cinta pada nama ini. Mungkin juga ada harapan menulis blog bisa membantu perjalanan ke dalam diri. Tapi mungkin juga, semua tulisan di atas salah dan menulis blog tidak membawa ke mana-mana, tidak ada perjalanan apapun. Kalau itu yang terjadi, toh, Aniara tetap nama yang cantik :)