Kau, Aku, dan Petualangan Menaklukkan Angan

September 28th, 2007 by aniara

Suatu hari kau dan aku
Merencanakan menyimpan angan kita.
Kata orang bijak
Angan itu liar tak berbentuk
Menyimpan angan
Sama dengan menangguk air dengan saringan.

Mudah saja, kataku, katamu
kita bentuk dia jadi kotak
sehingga mudah kita susun
setumpuk demi setumpuk
sejejer demi sejejer
di dinding lipatan otak kita

Tiap hari kau, aku
seperti biasa berbagi tawa dan tangis
khayalan dan mimpi indah.
Merasa aman dan bahagia dalam kepala kita
tersenyum melihat kotak-kotak
berduyun rapi di lipatan otak.

Tapi mereka ternyata beranak pinak
Tak diperintah tak dijodohkan mereka membanyak
Saat aku sendiri, saat kau sendiri
Mereka leluasa berpesta pora
Pesta selalu indah
Tahukah kau?

Anak2 mereka tak mau diam
dan tak selalu berbentuk kotak.
Barisan mulai tak rapi
dan ruangan mulai sesak.
Yang kotak mulai terhimpit,
beberapa melesak tak berbentuk.

Argh… mereka mengetuki tengkorak!
Dan yang lolos merayap lewat pori-pori,
merambati buluh-buluh rambut
Berpegang erat dan berat
Dan aku , kau
mulai mengibas karena pusing

Aduh!…luka di pipiku
terkena lontaran dari rambutmu.
Dan kulihat ada beberapa
didahimu dari rambutku.
Marah kutatap matamu,yang melihat dengan tatapan sama
tanganku mulai meraih ke arah rambutmu….

Argh..mereka berjatuhan ke lantai,
berserakan di sekitar kakiku
Terengah aku , kau dan mereka
di tengah potongan rambutku, rambutmu
yang jadi korban jambak-menjambak
Menolongkah berkepala gundul?

Aku dan kau berpandangan
Serasa ditampar hingga sadar
Manusia tanpa angan
Bagai hidup tanpa pangan
Tapi lihat yang kita lakukan
Hingga tak mengenal lagi wajah kita di cermin

Sejak itu aku, kau
Melupakan impian menjinakkan khayal
*bisakah kita?*
Meniupnya sebesar mungkin
Melambung-lambungkannya lalu biarkan dia pecah
Hingga kita tak perlu menyimpannya dalam lipatan otak
menerima angan hanya ilusi
Yang mewujud dan menghilang setiap saat.

Bandung, Sept 2007

Setelah Minggu ke-6

September 6th, 2007 by aniara

Nggak terasa pengobatan Aisha sudah masuk minggu ke-6. Di akhir minggu ke-4 aisha dijadwalkan untuk kontrol sekaligus mulai penurunan dosis obat. Sejak nafsu makannya meningkat, badan aisha (dan terutama mukanya) berubah total…jadi gemuuuuuuuk…pipinya jadi chubby….matanya besar…(ini bedanya dengan gemuk bengkak, kalau bengkak, matanya ikut bengkak)…

Suatu hari sambil cium2 pipi gembilnya, bunda perhatikan muka aisha…"eh, sekarang ternyata aisha mukanya bener2 mirip ayah ya…"….yang sedang diciumin tiba2 merengut…."nggaaaaaak….aisha nggak mirip ayaaaaah….aisha anak bunda, aisha mirip bundaaaaa" sambil tangannya bersidekap. Selidik punya selidik ternyata dia berpikir kalau mirip ayah berarti mirip laki2…atau lebih gawatnya bakal jadi laki2 hahhahahaha…. saking takutnya bakal jadi laki2, dia langsung minta potongan rambutnya disamakan sama bunda. Jadilah malam2 kita main salon2an…. Jadi sekarang kalau di jalan ada yagn berkomentar aisha mirip ayah, dia langsung bilang, "tapi rambut aisha seperti bunda"  hahahhahaha….

kembali lagi, setelah diperiksa kondisinya (yang sebenarnya tes urinenya belum  pernah benar2 negatif) diputuskan yang tadinya dosis 24 mg/ hari diturunkan jadi 16 mg/2 hari…jadi minum obatnya selang dua hari. Langsung deh kalender dibunder2in…gawat juga kalau sampai terlewat. menurut dokternya kalau dosis diturunkan harusnya nafsu makannya juga agak me-normal…Wah memang makannya selain sering…juga pilihannya yang serba daging…anti sayur dan buah…jadilah keringatnya suuuuper aroma haseum….

Selain penurunan dosis, jadwal aisha juga berubah…sekarang sudah mulai full ikut kegiatan sekolah (yagn tidak berhubungan dengan aktivitas fisik berat seperti olahraga atau kegiatan luar ruangan lainnya)…walaupun tetap nggak pakai seragam karena seragamnya bener2 tidak muattttttt…. Yang jelas dia gembira dan super antusias…sampai keukeuh minta dibelikan buku tentang gunung berapi karena pembahasan sains di sekolah sedang mengulik tentang bentang alam.

Jadwal kontrol lagi minggu ke-7 (harusnya minggu ini, tapi dokternya lagi jalan2 ke budapest hehehe) mudah2an keadaan terus membaik selama pengobatan sehingga prognosis ke depannya bagus. Doakan yaaaa….

Kabar dari Aisha II

August 10th, 2007 by aniara

Hari ini hari ke-15 pengobatan Aisha. Alhamdulillah sejauh ini efeknya sudah terlihat. Sejak hari ke-4 sampai 7…bengkak Aisha kelihatan bertambah parah…lingkar pinggangnya sudah lebih 1 cm dari bundanya! dan setiap dia duduk agak lama, daerah selangkangannya membengkak sampai dia sulit berjalan tanpa mengangkang (yang lagi2 cuma ditanggapi aisha sambil tertawa-tawa…katanya jalannya jadi seperti bebek…plus suara kwek2nya…). Karena panik, malam2 kita hubungilah sang dokter (yang untungnya sangat sabar dan baiiiiik sekali) menurut beliau, kalau sampai ada keluhan2 lain seperti sakit kepala, tidur terus menerus dan sulit bangun dan sulit makan, harus segera rawat inap untuk dipantau tekanan darah dan kadar albumin darahnya…kalau terlalu rendah, diperlukan transfusi albumin. Tapi kalau tidak, sebaiknya kita bersabar sampai pengobatan berjalan 1 minggu. Kita memutuskan untuk menunggu.

Tiba-tiba mulai hari ke-8 aisha mulai banyak kencing - bisa tiap jam dia lari2 ke kamar mandi- dan urine nya sudah tidak berbuih lagi…dalam jangka waktu 2 hari berat badannya turun 2 kilogram! dan beberapa hari kedepannya berangsur turun lagi 1 kilogram…wah jadi membayangkan 3 botol aqua dibuang dari badan aisha! Bengkak di mukanya berkurang drastis cuma di daerah perut yang masih membuncit. Tapi lagi2 buncit ini bisa saja efek samping dari obat juga…yang bikin nafsu makan luarrrrrr biasa besar. Rasanya seminggu ini jarang ada waktu aisha tidak kelaparan. Sehari makannya 8-10 kali! Tinggal ainun yagn jadi sering marah2 karena ayam gorengnya sering raib ‘dicuri’ aisha.

Hari ini kontrol 2 mingguan dan kondisinya dinyatakan ’sudah jauh membaik’. Pengobatan diteruskan sampai 4 minggu, setelah itu dosis akan diturunkan perlahan. Steroid ini bahaya sekali kalau dihentikan tiba2, karena tubuh tidak bisa menghasilkan steroid alami selama pemakaian obat. Dan dokter menyarankan banyak2 diberi buah dan sayuran supaya nggak jadi overweight nanti (anehnya aisha tetep kurusssss walaupun makannya banyak). Kegiatan sekolah, terbatas yang ringan2 dlaam kelas bisa mulai diikuti lagi (waaah aisha sampai nyengir lebar waktu denger dokter bilang boleh sekolah hehehhe).

Alhamdulillah dan terima kasih sekali lagi, banyak dukungan dan doa dari teman2…dan kerjasama dari sekolah yang sampai membuatkan jadwal sekolah khusus aisha supaya aisha bisa bersekolah maksimal 1 1/2 jam sehari tanpa ketinggalan bahan pelajaran. Juga belakangan ini bunda dapat banyak teman sharing para orang tua dengan anak2 NS. Salah satunya dari Nalla, teman kelas tari Ainun, yang ternyata sepupunya menderita NS. Setelah dikenalkan oleh papanya Nalla, bunda jadi ngobrol panjang lebar dengan sang ibu yang komentar2 positif nya benar2 bikin optimis dalam membesarkan anak NS. Memang akan lebih sulit, perlu banyak pengorbanan dan kesabaran…tapi insyaAllah kualitas hidup anak kita akan lebih baik dan terjaga…apa lagi sih yang lebih penting dari itu.

Nah, ngomong2 soal sekolah, begitu aisha merasa ‘cantik’ lagi…yang dilakukan adalah menyusun seragam sekolahnya di atas tempat tidur, menyiapkan tas sekolah, bando dan sayap peri untuk dipakai sekolah keesokan harinya hahahhaa.Berhubung kemarin2 belum dapat ijin dari dokternya, akhirnya bunda masih melarang aisha sekolah. Tapi kadang kasihan juga, sehingga hari kamis kemarin aisha diajak jemput ainun ke sekolah. Jarak ke ruang kelas yang cukup jauh dan bertangga-tangga bikin aisha sementara ini harus digendong dulu. Untung hari itu mbak lastrinya ikut, jadi aisha langsung ngacir ke kelas digendongan lastri. Sewaktu bunda sampai ke depan kelas, guru2 TK dan SD sedang heboh menonton aisha main ayunan…yang terdengar dari jauh : "iya…!!!"…"ah…masak sih"…"coba tanya deh…" Duh…apaan sih?

Waktu lihat saya menyeberang jembatan, mereka langsung heboh teriak…"Bu, ini teh Aisha???"…begitu dijawab iya, langsung deh :"tuh kaaan ..bener!". hihihihi…rupanya saking berubahnya wajah aisha, sampai guru2nya pun ragu. Kalau liat potongan rambut (dan poni yang pendek separo  hasil guntingan diri sendiri) sih bener aisha…tapi kok matanya jadi besar berkelopak, hidungnya jadi mancung, kulitnya hitam dan badannya kurus. Baru deh…pada menyerbu aisha…peluk2…wawancara…yang dijawab aisha dengan kalimat kesukaannya belakangan ini : "Iya, aisha sudah kempes, nanti boleh sekolah,sudah cantik lagi seperti orang India!"…hahahaha…mau tau bagaimana aisha berwajah kajol? bisa diliat di public photo bunda di FS hehehehe.

Kabar dari Aisha

July 30th, 2007 by aniara

Hari ini hari ke-empat Aisha memulai pengobatan untuk NS nya. memang semenjak 2 minggu terakhir ini bengkaknya tidak pernah benar2 surut. Setelah minum obat pun efek samping ‘moon face’ dari obatnya memperparah pembengkakan di wajah aisha. Wajahnya sudah benar2 tidak terlihat ‘keaishaannya’. Kondisi yang begini ini sedikit banyak kadang menyurutkan stamina dan daya juang orang-orang di sekitarnya terutama ayah dan bundanya. Tapi alhamdulillah kesadaran untuk tetap berusaha dan tawakal selalu kembali dengan cepat, terutama setelah melihat betapa aisha menjalani keterbatasannya dengan tetap penuh kegembiraan.

Selama pengobatan ini aisha harus banyak istirahat, yang berarti cuti sementara dari sekolah. Awal tahun ajaran yang lalu aisha sempat mencicipi 3 hari sekolah sebelum keadaannya memburuk lagi. Tiga hari itu dijalani dengan penuh semangat a la aisha. Untungnya dia sudah sangat ngerti alasan kenapa dia harus tidak bersekolah dulu (terutama karena dia tau seragam sekolahnya sedang nggak muat di bagian perutnya yang membesar). Sementara itu bunda tetap kontak dengan guru2nya untuk update tema dan pelajaran di sekolahnya. Sejauh ini kegiatan di rumah bisa dibuat kompak lah dengan yang di sekolah.

Hari2 di rumah dilewati dengan bermain lego, menggambar (bisa betah berjam-jam), mengarang cerita, membuat rok hula (ini sih proyek kelas baby bunda, tapi ternyata aisha semangat sekali dengan hal2 hula ini), menonton film dan berdandan!Walaupun sangat sadar wajahnya bengkak, aisha tetap PD mematut matut di depan kaca menjajal semua baju perginya yang jadi jarang terpakai…dan bahkan kadang menertawakan diri sendiri. Pernah suatu saat dia tidur miring, jadi sewaktu bangun mata kanannya bengkak besar sampai sulit melihat. Penasaran dengan matanya, dia pergi ke depan kaca, bunda sudah deg2an dengan reaksinya melihat kaca….ternyata dia malah tertawa terbahak-bahak sambil berkomentar " Mata aisha jadi seperti mata bajak lauuuuut!!!!". Duh (…..)

Kerjasamanya dengan dokter dan laboratorium juga luar biasa. Dia menjalani semua pemeriksaan dengan riang gembira (kadang pakai nyanyi2). Sewaktu pengambilan darah - yang sangat sulit, lama dan menyakitkan karena kebengkakannya - dia dengan tenang duduk sendiri dan cuma komplen.. "duh…sakit…sakit" tanpa menangis sama sekali…walaupun di perjalanan pulang dia sempet berbisik bisik, "Bunda, lain kali ambil darahnya jangan di sini, di deket tempat nini aja…tadi sakit lho" …tapi kemaren sempat tanya juga, " bunda kapan kita ke dokter yang ambil darah lagi…aisha mau beli roti " hahahhaa…terkesan banget rupanya sama roti yang dijual di kantin lab.

Upacara minum obat juga nggak seseram yang diramalkan ibu apoteker…2 tablet yang harus dimakan 3 kali sehari terpaksa dilarutkan dalam air dulu sebelum diminumkan. Rasanya pasti pahit sekali…tapi kadang dia minta dicampurkan madu dna glek-glek langsung masuk dengan aman tanpa protes atau mengeluh. Duuuh…bunda jadi banyak belajar tegar dari aisha deh…

Mudah2an pengobatan ini berhasil positif…perkembangannya akan dilihat 2 minggu pertama ini. Mohon doanya ya teman-teman…Sementara itu bunda janji bakal melewatkan tiap hari dengan optimis dan penuh semangat seperti aisha :)

Yin’s Monoloque

July 16th, 2007 by aniara

Bila kau tanya arti dirimu bagiku,
aku lebih suka bercerita tentang diriku :

Kadang aku pasir kasar
berabad terpanggang terik matahari tua
hingga panasnya terasa beku
terus berpeluh dan menggigil
menanti badai membawaku pergi
dan merubah wajah gurun

Aku juga akar rumput
merogoh retak tanah kemarau
sia-sia dan mengering sampai retas
hingga kecupan tetes pertama musim hujan
menarikku dari mati suri
membisikkan ingatan tentang kehidupan

Aku telinga yang diam
beku terbius ketenangan bisu
kesunyian menusuk yang menipu
menanti desau angin pertama
yang riap-riap sayupnya
menyadarkanku dari ketulian semu

Aku, Kijang yang resah
berlari kian kemari
mengejar nada samar dalam angin
sampai sang pemburu datang
meniupkan serulingnya begitu indah
hingga aku rela mati di atas tahta teratai.

Kau Lihat?
Ketika aku bercerita tentang diriku,
aku bercerita tentangmu
karena kau angin badai dan tetes hujan
desau angin dan tiupan seruling
yang memberi judul bagi kehampaan-tanpa-nama ku.

Bandung, 14072007.

The Cyclic Cycle

June 29th, 2007 by aniara

Suatu hari di muara yang sunyi

air melepaskan diri dari pelukan lumpur :

"Cepat, cepat ke laut

aku akan kembali pada diriku"

Cuma setetes air dalam lautan

berat digayuti garam ribuan tahun

yang kemudian lepas bebas ke angkasa :

"Inilah semurninya diriku!"

Ketika dataran tinggi hijau memanggil

akhirnya tergoda jatuhkan dirinya ke sana.

Mendengar gemericik dirinya, dia berkata riang :

"Dengar nyanyianku!"

Pada padas sepanjang jalan

dia bercerita tentang hidupnya ribuan tahun.

Pada padas yang menggemakan suara merdunya sepanjang lembah

Tentang angannya, tentang tangisnya

"Aku cinta padamu!"

akhirnya ia berkata pada tebing2 keras.

"Aku cinta padamu!"

Bebatuan menggaungkan suaranya

Rengkuhan makin keras

arus mengikis sudah ribuan tahun

air dan padas tak ingin berpisah

"aku ingin selamanya bersamamu"

Air tak akan bisa berhenti

sudah hukumnya dia terus berjalan

Padas cemburu :

"Kau milikku!"

Yang deras mulai melambat..

Yang keras menjadi gembur..

"Aku cinta padamu"

Tapi padas sudah menjadi tanah

Tak ada gaung

Tak ada nyanyian

dia hanya terus memeluk

"..milikku…"

Air terdiam

makin lambat

makin kental

dia berubah

Lumpur

ribuan tahun

sampai

muara

Suatu hari di muara yang sunyi

Air melepaskan diri dari pelukan lumpur :

"Cepat, cepat ke laut

aku akan kembali pada diriku"

(* tak ada ribuan tahun atau sedetik, kau atau aku, air atau batu, cinta atau cemburu dalam cerita ini, semua sama adanya) - dibuat di bandung, 26 Juni 2007.

Oleh-oleh

June 10th, 2007 by aniara

Bicara soal oleh-oleh atau buah tangan biasanya berhubungan dengan kepulangan seseorang dari suatu tempat yang jauh dan oleh2 biasanya juga datang bersama orang yang bersangkutan. Itu normalnya. Nah bunda sudah 2 kali nih dapet oleh2 yang ngagetin dari Om Pri (bukan nggak seneng lho, Pri…cuman kaget hehehe). Om Pri ini temen SMP-SMA bunda yang baru-baru ini nyambung kontak lagi. Lama tak berkabar, ternyata sekarang sudah menyunting temen sekelas kita waktu SMA, Anti, dan punya pasukan 2 pria (Adil n Azhar) dan 1 wanita (Mutia) yang secara singkat dipanggil d’ bangors. Nah, ternyata Om Pri ini sekarang sedang merambah Benua Amerika, tepatnya Amerika Selatan, tepatnya Colombia, tepatnya di hutan Colombia, lebih tepatnya bener-bener di tengah hutan Colombia.

Waduh udah kebayang aja yang namanya di tengah hutan Amazon gitu, banyak nyamuk dan binatang2 lainnya (termasuk iguana yang jadi ‘penunggu’ WC, hahhaa), bersama teknisi2 Latin yang katanya badannya gede2 dan sangar2 (tapi seneng nonton telenovela dengan penuh penghayatan), kalau keluar malem suka ketemu gerilyawan, jauh dari Si Cantik dan Bangors, dan terutama jauh dari makanan Indonesia, khususnya masakan Anti, Mie Ayam, batagor, somay, ketoprak dll kegemaran Om Pri…hhh…betapa menderitanya.

Untung! untung masih ada sambungan internet! Bunda dan Tante Yuli ceritanya termasuk yang sering memergoki Om Pri online pada jam2 yang tidak wajar (maksudnya nggak wajar di Indonesia, karena beda waktunya sekitar 12 jam). Dan akhirnya kita jadi sering menghibur Om Pri yang selalu kangen makanan indonesia, selain kangen keluarga di indonesia (menghibur kurang tepat sih, karena kalau kita jadi ngomongin masakan indonesia buntut2nya om Pri jadi makin ngiler hehehe). Nah, jadinya juga, rute rambahan Om pri juga jadi terlacak nih, dari colombia ke venezuela trus ke Ecuador dan sekitarnya disertai macam2 cerita unik dan lucu dari negara2 itu. Dan Tante Yuli rupanya dengan sigap langsung pesen oleh2 hehehe dan bunda jadi ikut2an deh…sayangnya pesenan tante yuli ketinggalan di bandara kalo ga salah!!!!!

Nah, karena banyaknya oleh2, akhirnya diputuskan mungkin dikirim aja dari sana, katanya supaya nanti kalau pulang ke indonesia nggak terlalu banyak bawa barang. Jadi Om Pri minta alamat untuk pengiriman (bunda pake alamat eyang, biar lebih jelas). Tapi kabar2 terakhir katanya susah cari jasa pengiriman, kantor DHL n FedEx aja keliatan nggak pernah buka (lho?). Jadi urusan barang kiriman sementara lupa aja. Sampai suatu saat bunda dapet telpon dari eyang, "Diiin, ini kok ada kiriman dari luar negeri satu paket kotak gede buat engkau, tapi ada ongkosnya, ini paket beneran atau bohongan ya? Mami bayar nggak nih Din? - dengan suara yagn bener2 bingung". Rupanya eyang curiga ada yang mau minta2 uang pakai ngaku2 mengantar barang. Ternyata, jasa pengiriman yang dipakai om Pri mengalihkan barang ke jasa lainnya sesampai di Indonesia, sehingga akhirnya ada ongkos dan pajak lagi. Bunda sih nggak keberatan deh, berhubung ada benda pesenan bunda dalam kardus itu. Tapi om Pri bilang, nanti kalau ada oleh2 lain mending dikirimnya kalau sudah nyampe Indo aja deh, biar nggak dimintain uang lagi, "Kalo loe dimintain ongkos lagi, jitak aja yang nganterin barang" gitu kata om Pri seenaknya hehehehe.

Isi paketnya ada Sebuah tas ransel rajut lucu dari ecuador (yang langsung di hak milik sama Aisha), sebuah Kaos Colombia warna coklat buat ayah, Hiasan dinding manik2 kayu, buku berisi foto2 ecuador (bagus banget ya ecuador), 2 buah ballpoint lucu (kayaknya laku tuh pri kalo dijualin di Indo, murid2  banyak yang tanya, beli di mana, malah ada yagn ngerengek2 minta bolpen yang kuning hehe) dan guiro pesenan bunda. Nah, kalo oleh2 paket pertama bikin kagetnya karena ongkosnya, yang paket ke-dua bikin kagetnya karena sempet dikira paket yang nggak jelas pengirimnya.

Ceritanya bulan ini Om Pri sudah sampai ke Indo, dan kabar terakhir sedang berkangen2an dengan keluarga di jakarta. Eh, minggu lalu eyang nelpon lagi, "Diiiin, engkau dapet kiriman lagi, tapi nggak dimintai ongkos kok. Cuman kirimannya dari jakarta, dari Putri Beta, Mas Ranti Kusuma, engkau kenal nggak?". Hah…siapa Putri Beta Mas Ranti ya? Salah kirim gitu? Sumpah deh nggak ada temen namanya Ranti (Mas2 lagi…) Cuman waktu ditanya jakarta sebelah mana, eyang bilang : Ciledug. Oooo…baru jelas asal paketnya, rupanya eyang salah baca, Marsianti (nama lengkapnya Anti) dibacanya Mas Ranti, Puri Beta juga dibaca Putri Beta. Hehehe…

Ternyata kali ini oleh2 dari lawatan ke Houston, sekali lagi lengkap buat seluruh keluarga, ada pajangan keramik, Satu Tas ransel kecil lucu plus gantungan kunci boneka kuda poni (langsung di hak milik Aisha lagi), Topi keren buat ayah (tapi kalau ayah nggak mau pake topi, buat bunda aja hehe), pundi2 rajut, 2 gantungan kunci dan sebuah CD relaksasi khusus "For Mom" (hihihi, kirain Marc Anthony, abis dulu sempet ditanya2in suka Marc Anthony nggak- tapi CD yang ini sih emang keren banget kok Pri…tengkyu ya…tau aja kebutuhan ibu2 huhu, jadi terharu..)

Wah, jadi mikir enaknya nanti kalau kita ke Jakarta, Om Pri dan Anti sekaluarga dioleh-olehin apa ya? Om Pri sih pernah reguest batagor terkenal. Iya nih, kayaknya paket dari bunda dan dakocans makanan aja deh…Mudah2an pas kita ke Jakarta Juli nanti Om Pri belum balik ke Hutan Colombia lagi…kalo nggak ya berarti Anti n Bangors aja yang kebagian hehehe. Berhubung semua titip batagor, ayo…ayo…siapa lagi…Tante Yuli mo titip Batagor juga nggak?

Bersahabat dengan NS

May 20th, 2007 by aniara

Ini sama sekali bukan posting tentang sahabat pena (jaman sekarang : sahabat virtual hehe) yang berinisial NS. Tapi memang satu bulan belakangan ini kami sedang berusaha bersahabat dengan NS = Nephrotic Syndrome yang tiba2 hadir di tengah keluarga kita. Banyak sekali perubahan dan penyesuaian yang harus terjadi akibat si NS ini.

Ceritanya sejak 2-3 bulan ke belakang, tampilan Aisha sering terlihat lain dari biasanya. Diawali dengan bengkak sekitar mata ketika bangun tidur, yang tidak kami perhatikan dengan serius. Dan bengkak sekitar mata ini tidak selalu terjadi tiap hari, hilang timbul. Sampai suatu saat Aisha mengalami demam yang tak jelas penyebabnya disertai bengkak di seluruh muka. Saat itu semua menduga mungkin reaksi alergi atau tidak cocok dengan obat penurun panas, walaupun heran juga, sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan penurun panas merk ‘anu’ itu. Ketika demamnya turun, berangsur bengkaknya pun menghilang.

Waktu itu sebenarnya seorang teman yang juga dokter (anak2nya kebetulan ngaji bareng ainun n aisha) sudah wanti2 untuk segera periksa ke Dokter Spesialis Anak. "Hati-hati lho Na, mungkin ada masalah dengan ginjalnya, masalah serius ini lho", begitu kata Mbak Titi. Tapi karena kondisi Aisha baik2 saja, sehat dan lincah seperti biasa, dan ada beberapa masalah yang lebih menyita perhatian, periksa ke dokter belum sempat dilakukan…sampai akhirnya…

Sekitar 3 minggu yang lalu badan Aisha panas, ditemani batuk pilek yang lumayan berat, sepertinya tertular Ainun. Hari ke-2 tiba2 berat badannya naik 2 kilogram dalam sehari, urine nya berbuih seperti bir dan seluruh badannya bengkak. Subuh2 saya bawa Aisha ke dokter anak yang menangani dia sejak bayi (kalau nggak subuh ampuuuuun….antrenyaaaaaa). Dokternya ini awalnya tidak terlalu melihat kebengkakan Aisha (mungkin sudah terlalu merata, jadi dikiranya gemuk aja), tapi setelah saya jelaskan kronologinya, dia menyarankan segera tes urine. Setelah menebus obat untuk ISPA nya, langsung mampir ke Laboratorium, hasilnya selesai tengah hari nanti.

Setelah selesai kelas di Tutor Time, saya langsung ambil hasil tes urine (kebetulan labnya tepat di seberang hehehe). Hasilnya ada kebocoran protein yang cukup besar dengan exton positif ++++. Sambil bingung lagi2 saya telpon Mbak TIti yang langsung kasi saran untuk minta tes darah. Wah!. Karena dokter belum praktek, saya pulang dan langsung jalan2 ke website kesehatan, yang hasilnya bikin jantung makin deg2an aja.

Malamnya ketika saya balik untuk konsultasi lagi, dokter benar2 memberikan pengantar untuk tes protein darah. Sementara itu yang bisa saya lakukan adalah memberi aisha diet tinggi protein dan rendah lemak (dengan wanti2 keras untuk TIDAK MENGURANGI GARAM). Waduh…apa ya…dalam pikiran saya yang terpikir cuma putih telur…ya sudah malam itu menu aisha serba putih telur.

Paginya Aisha saya bawa untuk tes protein elektroforesis. Waduh, bakal ngamuk nggak nih ya…liat jarum suntik. Pengalamannya Mbak TIti, anak2nya selalu ngamuk abis2an tiap periksa darah - mereka alergi berat yang manifestasinya jadi eksim, jadi perlu sering tes darah. Dari malam sebelumnya Aisha sudah saya ajak ngobrol, "Aisha, Aisha kan tau Aisha lagi bengkak, jadi kata dokter darah aisha harus diperiksa. Nanti darahnya diambil pakai suntikan. Sakitnya cuman sebentar kok, supaya bengkaknya bisa cepet diobatin". Waktu itu aisha cuman angguk2, kelihatannya agak ‘ngambang’.

Labnya agak ramai, mungkin karena lagi kasi diskon 20%. Aisha kelihatan agak lemes. Waktu dipanggil untuk diambil darah dia santai2 saja, duduk dipangku dengan pasrah. Pembuluh di tangan kirinya sulit ketemu, mungkin karena terlalu bengkak. Akhirnya darah diambil dari tangan kanan. Petugasnya sudah sibuk dengan pesan2 seperti "Dik, nanti waktu jarumnya ditusuk, jangan lihat dulu ya, nanti kalau sudah selesai boleh deh diliat". Hhehe, nyatanya Aisha tetep melihat dengan santai waktu jarum ditusukkan sampai dicabut kembali. Waaaah…hebat…seisi ruang pengambilan sampai kasi applause hehehe.

Hasil tes katanya selesai malam itu. Sepulangnya dari funstation langsung ke lab lagi (Aisha istirahat seharian di rumah nini nya). Ternyata hasil elektroforesisnya belum selesai, dan item kolesterol darah sampai diulang 3 kali karena hasilnya luarrrr biasa tinggi : 669 (batas normal cuma 240). Wah, pantesan aisha terlihat ‘fly’. Tapi hari itu setelah istiraha t dan diet, kelopak matanya mulai terlihat.

Besoknya hasil tes selesai tengah hari. Rupanya hasil tes komponen2 protein darahnya sudah dikonvert berbentuk grafik. Bentuk grafik hasil tes aisha (albumin cuma 0.45 dengan alpha-2 globulin 2.22- 2 kali lipat diatas normal) mirip dengan gambaran Nephrotic Syndrome. Dan lagi2 saya harus bingung karena hari itu Dokter nya Aisha pergi ke Yogyakarta untuk simposium selama 4 hari. Akhirnya saya putuskan untuk mengontak beliau via hp dan bacakan hasilnya. Beliau menarankan untuk segera dirawat di rumah sakit, tapi kalau perlu penjelasan lebih lengkap bisa menemui dokter penggantinya.

Oleh dokter ini, saya diberi penjelasan mengenai NS dan pengobatan yang akan diberikan. Sindrom ini sering muncul pada anak2 (di amerika 2-7 dalam tiap 100.000) pada usia 1-6 tahun. Peradangan ginjal ini menyebabkan pori2 yang harusnya tidak meloloskan molekul sebesar protein melewatkannya keluar lewat urine. akibatnya protein/ albumin darah jadi rendah. Protein ini yang biasany mengatur proses osmosis di pembuluh darah. Karena rendahnya protein, cairan tidak kembali ke dalam pembuluh darah sehingga terjadi pembengkakan akibat cairan tertahan di jaringan. Penyebabnya pada kasus idiopatik tidak diketahui, walaupun pemicunya biasanya bisa ditandai. Infeksi pada tubuh misalnya. peradangan ini bisa membaik, tapi akan timbul lagu ketika ada pemicunya. Akibat dari proses berulang ini,   sekian persen lainnya menghilang pada usia remaja sedangkan sekian persen berkembang menjadi gagal ginjal permanen yang berarti hidup dengan mesin pencuci darah untuk seterusnya.

Untuk pengobatan, singkatnya, kita akan berurusan dengan steroid. Ketika masalah ini didiskusikan dengan ayah, dia langsung tidak setuju. Memang, saya sendiri tahu dari pengalaman salah seorang tante yang memakai terapi prednisone untuk penyakit lupusnya, banyak sekali efek samping dari pemakaian steroid ini. Pada tante saya efek yang terjadi adalah osteoporosis. SEdangkan dari hasil browsing, saya dapatkan ternyata masih banyak efek samping lainnya yang biasa terjadi antara lain terhambatnya pertumbuhan dan menurun drastisnya daya tahan tubuh (sering menyebabkan infeksi jamur yang hebat). Pengobatan untuk kebocoran ginjal sampai saat ini memang hanya dengan obat2 penekan imunitas, sejauh yang bisa saya temukan.

Karena banyaknya efek samping yang mungkin terjadi (terutama rentannya daya tahan tubuh dan keharusan bagi si sakit untuk total istirahat), itulah yang menyebabkan pengobatan ini harus dengan rawat inap. Selain itu, apabila terapi berhasil-atau tidak berhasil, banyak juga yang tidak bereaksi-penurunan dosis harus bertahap. Penghentian yang tiba2 bisa berakitbat buruk sampai membahayakan nyawa.Terus terang banyak sekali yagn harus kita pertimbangakn untuk pengobatan ini. Masalah kesehatan jangka panjang Aisha, efek samping obat, masalah biaya, masalah konsekwensi dari hidup dengan sindrom ini. Dokter sendiri saat ini menyarankan kalau kita belum setuju untuk pengobatan medis, aktivitas dan pola makan Aisha harus dijaga ketat. Dan tiap minggu kami tetap harus memeriksakan protein urine Aisha untuk mernjaga-jaga.

Jadilah, Aisha istirahat total di rumah. Sekolahnya diberitahu bahwa 2 bulan mendatang Aisha tidak akan datang untuk bersekolah, begitu juga kegiatan-kegiatan lain termasuk jalan2 ke Ciwalk, distop total. Di rumah dia tidak boleh terlalu banyak bergerak (haduuuh…aisha gitu lho…), makanan dijaga ketat, minum diukur. Masakan serba direbus dan dikukus dan diusahakan menggunakan bahan makanan organik. Bunda cuti mengajar 2 minggu untuk memastikan pola makan dan aktivitasnya terjaga. Untung Aisha bisa mengerti dengan segala perubahan termasuk dilarangnya segala makanan awetan (susu kotakan juga termasuk). Rupanya dia tetap berusaha untuk tidak bengkak, karena menurutnya jadi nggak cantik hehehe. yang paliiiing berat mungkin bagian tidak boleh jalan2 itu. Dia sudah kangeeeeen sekali jalan2 ke toko buku, ke time zone, ke sekolah dan tentunya ke funstation!!!

Waktu minggu lalu om Benno dan Tante Rita menikah, bunda dan Aisha tidak bisa ikut datang ke jakarta. Tidak apa2lah, yang penting kondisi Aisha distabilkan dulu. Paling2 waktu Aisha menanyakan baju pestanya kapan boleh dipakai, akhirnya kita berdua mematut-matut dan berfoto2 berdua, dia sudah sangat senang. Kegiatan di rumah pun berubah jadi banyak kegiatan motorik halus. Aisha jadi belajar membaca menulis, banyak menggambar, mengerjakan prakarya, main musik. Pokoknya sebisa mungkin rumah dibuat menyenangkan.

Kondisi Aisha sampai saat ini stabil, kecuali kemarin dia terkena infeksi virus yang bikin dia muntah dan diare. Mungkin tertular dari AInun yang sepulang dari Jakarta panas tinggi dan diare hebat. Karena makanan tidak bisa masuk, akhirnya mungkin protein darahnya turun lagi dan agak bengkak. Tapi setelah diberi obat mual oleh dokter, protein tinggi mulai disuplai lagi.

Wah, setelah ini bagaimana ya kehidupan Aisha? Apakah bisa memungkinkan dia bersekolah dengan biasa? Sempat kita memikirkan mengenai homeschooling, tapi kok kasihan kalau bakat bersosialisasi Aisha tidak tersalurkan ya… Yah, masih banyak yagn kami pertimbangkan. Sampai saat ini kami masih mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai penanganan NS ini. Kalau diantara teman2 ada yang punya pengalaman dengan NS, atau punya kenalan atau kerabat yang pernah berurusan atau menjadi orangtua dari anak dengan NS, mudah2an bersedia berbagi pengalaman melalui media ini. Dan akhirnya, mohon doa juga dari teman2 agar NS nya Aisha ini bisa dicari jalan keluar terbaiknya. Salam!

May 11th, 2007 by aniara

Love breaks and love divides,

love laughs and love can make you cry.

I can’t believe the ways

that love can give and love can take away.

- Love Gives, Love Takes-

Lieur

April 24th, 2007 by aniara

ketikketikkatakata

kutakkatikotakkita

benakberotaktakutberontak

bentrokkatadalamkotak

"takkkkterrrrrketuk!"

…klotak!kletuk!…

"trakkkkterrrrketuk!"

…klotak!kletuk!…

.

.

24 April 2007 lieur bikin pe er ditemani kelereng dalam guiro